MINAHASA, MANIMPANG.com — Matahari bersinar terik di langit Desa Sea, Kecamatan Pineleng, Senin (30/06/2025). Tanah yang gersang dan udara yang hangat tak menyurutkan langkah ribuan remaja GMIM yang berdatangan dari berbagai pelosok Sulawesi Utara.
Mereka datang membawa semangat. Dari Tomohon yang sejuk, dari Langowan yang hijau, dari Kawangkoan yang damai — semua berkumpul di satu tempat: Bumi Perkemahan Sea, untuk mengikuti Perkemahan Kreatif Remaja Sinode GMIM 2025.
Tenda-tenda mulai berdiri sejak pagi. Suara tawa, nyanyian, dan obrolan akrab mengisi udara. Bagi banyak remaja, ini bukan sekadar kegiatan gereja. Ini adalah perjumpaan lintas wilayah yang menyatukan hati dalam iman dan sukacita.
Ibadah pembukaan menjadi titik awal. Khidmat namun menggugah. Ketua panitia Yoel Sompie, menyambut para peserta dengan hangat.
Yoel tak lupa menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung — dari Gereja, panitia, hingga pemerintah daerah.
Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt Jefri Saisab STh MSi. Mengutip Ulangan 4:1, ia menyampaikan pesan penting: menjadi muda bukan alasan untuk lalai dalam iman. Justru di masa remaja, ketaatan dan kreativitas harus berjalan beriringan dalam pelayanan dan kehidupan sehari-hari.
“Jadilah generasi yang mendengar dan melakukan firman,” harapnya. Kata-kata itu diam-diam membekas di hati banyak peserta.
Salah satu peserta dari Wilayah Tomohon Tengah mengatakan, “Meskipun panas, saya senang sekali bisa ikut. Bertemu teman-teman baru dan belajar lebih dalam tentang Tuhan.”
Tak hanya Gereja, pemerintah pun hadir dan memberi dukungan nyata. Tampak sejumlah pejabat Minahasa hadir: Kepala Dinas Kesehatan, PU, dan Pangan, serta Staf Ahli Bupati, Camat Pineleng, dan Hukum Tua Desa Sea. Bahkan beberapa anggota DPRD Minahasa dan perwakilan Pemprov Sulut turut memberi perhatian.
Sinergi ini tak sekadar simbolik, fasilitas di lokasi perkemahan tertata baik. Tim kesehatan dan keamanan disiagakan. Semua disiapkan agar peserta bisa belajar dan bertumbuh dengan nyaman.
Pelayan khusus dari jemaat-jemaat GMIM pun setia mendampingi. Mereka menjadi teladan dan pembina yang menguatkan. Di setiap kelompok, terasa suasana kekeluargaan dan saling mendukung.
Perkemahan ini akan berlangsung hingga 4 Juli 2025. Panitia telah menyiapkan berbagai kegiatan: lomba kreativitas, diskusi rohani, permainan edukatif, hingga ibadah malam yang penuh refleksi. Semua dirancang untuk membentuk karakter dan mempererat ikatan antar remaja GMIM.
Lebih dari sekadar acara tahunan, perkemahan ini menjadi tempat di mana benih iman ditanam dan semangat pelayanan disiram. Dari Sea, akan tumbuh generasi yang tak hanya cerdas dan kreatif, tetapi juga kuat dalam iman. (AK)






