MANADO, MANIMPANG.com — Langit pagi di Sulawesi Utara tampak cerah ketika Merah Putih perlahan berkibar dalam upacara Peringatan 14 Februari 1946. Di hadapan barisan TNI, Polri, pelajar, serta unsur masyarakat, Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, bertindak sebagai inspektur upacara, memimpin refleksi 80 tahun peristiwa bersejarah yang pernah diumumkan Presiden Soekarno sebagai Hari Peringatan Merah Putih.
Momentum ini bukan sekadar seremoni. Di tanah yang dikenal sebagai Bumi Nyiur Melambai, sejarah pernah ditorehkan dengan keberanian dan pengorbanan. “Hari ini tepat delapan dekade setelah api patriotisme membara di tanah Sulawesi,” ujar Gubernur dalam pidatonya.
Ia menjelaskan bahwa, 80 tahun adalah simbol ketangguhan dan bukti bahwa semangat kemerdekaan tidak pernah padam.
Menurutnya, peristiwa 14 Februari 1946 menjadi simbol kedaulatan bangsa di ujung utara Sulawesi.
Para pejuang kala itu menjawab provokasi dengan keberanian, menyerbu markas musuh, menurunkan bendera penjajah, dan mengibarkan Merah Putih sebagai tanda harga diri bangsa. “Inilah proklamasi kedua bagi masyarakat di tanah ini,” katanya.
Upacara yang digelar pada 14 Februari itu dihadiri unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, organisasi kepemudaan, serta para pelajar. Kehadiran generasi muda menjadi simbol estafet perjuangan. “Saya bangga melihat para pelajar hadir. Ini bukti semangat patriotisme masih mengalir di setiap anak bangsa,” ucap Gubernur Sulut.
Dalam refleksinya, Gubernur mengajak seluruh elemen untuk memperkuat persatuan, menghapus ego sektoral, serta mentransformasikan semangat juang menghadapi tantangan modern seperti kemiskinan dan perpecahan. “Musuh kita hari ini adalah kemiskinan dan perpecahan. Kita harus bersatu membangun Indonesia yang maju dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menutup dengan harapan agar semangat Merah Putih terus menjadi garda terdepan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Perjuangan hari ini berlandaskan cinta kepada tanah air. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberkati pengabdian kita,” tutupnya. (AG’Q)







