MANADO, MANIMPANG.com– Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Ruang Mapalus, Kantor Gubernur Sulut, Manado, Kamis (09/04/2026).
Kegiatan ini dihadiri Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Gubernur Sulut Yulius Selvanus, Wakil Gubernur Victor Mailangkay, Forkopimda, serta para Bupati dan Wali Kota se-Sulut.
Dalam sambutannya, Gubernur Yulius menyampaikan bahwa Musrenbang menjadi momentum penting untuk menyelaraskan arah pembangunan pusat dan daerah.
“Melalui forum ini kita akan menyatukan gerakan untuk memastikan bahwa setiap perencanaan benar-benar mampu menjawab aspirasi masyarakat dan memperkuat fondasi transformasi daerah di masa depan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemprov Sulut telah menetapkan delapan prioritas pembangunan, di antaranya penguatan NKRI, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan ekonomi daerah, serta penguatan daya saing.
Selain itu, pemerintah juga menaruh perhatian pada ketahanan pangan, energi, dan air, peningkatan kualitas hidup masyarakat, tata kelola pemerintahan yang baik, serta pengelolaan keuangan daerah yang transparan.
Untuk tahun 2027, tema pembangunan difokuskan pada percepatan fondasi transformasi menuju Sulawesi Utara yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
Gubernur juga menyoroti sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian, seperti transformasi ekonomi berbasis maritim dan pariwisata, penguatan stabilitas daerah, peningkatan kualitas SDM, serta perlindungan lingkungan dan pengurangan kemiskinan.
Di sisi lain, ia mengakui kondisi fiskal daerah menghadapi tantangan dalam beberapa tahun terakhir sehingga diperlukan langkah strategis untuk meningkatkan pendapatan daerah dan efisiensi belanja.
“Diperlukan langkah-langkah strategis untuk menguatkan pendapatan daerah, meningkatkan kualitas belanja serta pengelolaan pembiayaan yang lebih berkelanjutan,” katanya.
Dalam paparannya, Pemprov Sulut juga menetapkan sejumlah target makro tahun 2027, antara lain pertumbuhan ekonomi di kisaran 6,7 persen, penurunan angka kemiskinan hingga sekitar 5 persen, serta pengangguran di kisaran 4,7–5,5 persen.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan mendorong inovasi pembiayaan pembangunan melalui skema seperti KPBU, CSR, dan sumber pendanaan lainnya.
Gubernur berharap Musrenbang ini dapat menghasilkan perencanaan yang konkret dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Saya berharap kesempatan ini menjadi forum diskusi yang positif untuk memastikan program kerja benar-benar memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. (AG’Q)







