MANADO, MANIMPANG.com — Senyum merekah dari wajah kecil itu menjadi bukti bahwa harapan selalu ada. Di balik ruang operasi sederhana, seorang anak yang sebelumnya lahir dengan bibir sumbing akhirnya bisa tersenyum dengan percaya diri.
Pemandangan itu menjadi bagian dari rangkaian bakti sosial yang digelar AirNav Indonesia bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik dan Rekayasa Estetik Indonesia (Perapi), Perhimpunan Dokter Bedah, serta Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado, bertempat di M-Clinic (09/08/2025).
Persaudaraan Wanita Tionghoa (Perwanti) Sulawesi Utara turut hadir dan memberi dukungan penuh pada kegiatan yang menghadirkan layanan medis bagi ratusan anak.
Operasi bibir sumbing, pengangkatan tumor permukaan, hingga pemeriksaan gigi dan mulut, menjadi wujud nyata kepedulian terhadap masa depan generasi muda.
Ketua Perwanti Sulut, Meiriany Laukati, tak bisa menyembunyikan rasa syukur dan haru melihat dampak kegiatan tersebut.
“Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena hari ini kita semua boleh berkumpul dalam suasana penuh sukacita dan kepedulian. Kegiatan ini benar-benar sangat berarti, bukan hanya bagi anak-anak, tetapi juga bagi kita semua yang diberi kesempatan untuk berbagi,” ungkapnya.
Menurut Meiriany, data mencatat 40 anak menjalani operasi bibir sumbing, 100 anak mendapat tindakan operasi pengangkatan tumor permukaan, serta 200 anak menerima pemeriksaan gigi dan mulut. Namun, bagi Meiriany, angka itu lebih dari sekadar statistik.
“Ini bukan sekadar angka, melainkan 40 senyum baru, 100 harapan baru, dan 200 langkah sehat menuju masa depan yang lebih cerah,” tegasnya penuh keyakinan.
Lanjut Meiriany, lebih dari sekadar kegiatan medis, bakti sosial ini menjadi ruang kebersamaan yang menunjukkan semangat gotong royong.
“Kami percaya, kegiatan ini adalah wujud kasih dan kepedulian bersama. Perwanti Sulut berkomitmen untuk terus mendukung inisiatif kemanusiaan seperti ini, karena kepedulian sosial adalah bagian dari jati diri organisasi kami,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada para tenaga medis, relawan, serta pihak-pihak yang sudah mencurahkan tenaga dan hati.
“Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat. Semoga Tuhan membalas setiap kebaikan dengan berkat yang berlipat ganda,” ujarnya.
Kegiatan bakti sosial ini bukan hanya meninggalkan catatan angka, melainkan kisah-kisah kecil penuh makna tentang anak-anak yang kini memiliki kesempatan baru untuk tumbuh sehat, berani tersenyum, dan menatap masa depan dengan optimisme.
Slogan kegiatan ini pun terasa hidup di tengah suasana: “Kita Bisa Karena Biasa, Bersama Kita Pasti Bisa.” (AK)






