MINAHASA, MANIMPANG.com — Pagi itu, Aula SMK Negeri 1 Tondano di Desa Kembuan, Kecamatan Tondano Utara, tak sekadar menjadi tempat berkumpul. Wajah-wajah penuh harap dari para lansia dan warga kurang mampu menyatu dalam suasana hangat kebersamaan. Mereka datang sejak pagi, menanti pelayanan kesehatan gratis sekaligus uluran kasih yang nyata.
Suasana di tengah hiruk-pikuk antrean, para tenaga medis sigap melayani. Sebanyak 40 dokter diterjunkan dalam bakti sosial bertajuk “Berbagi Kasih”, yang digelar oleh Arus Bawah Persada bersama Wanita Ne Toudano dan Kesehatan Indonesia Raya (Kesira).
Mengusung tema “Solidaritas Nusantara Bagi Sesama”, kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial yang menyentuh langsung masyarakat.
Satu per satu warga menjalani pemeriksaan kesehatan. Ada yang datang dengan keluhan lama, ada pula yang sekadar ingin memastikan kondisi tubuh mereka tetap terjaga.
Setelah itu, mereka menerima paket sembako yang dibagikan secara tertib.
“Senang sekali bisa berobat gratis, apalagi langsung dilayani dokter. Ini sangat membantu kami,” ungkap salah satu warga yang hadir, menggambarkan rasa syukur yang dirasakan banyak peserta.
Kehangatan kegiatan semakin terasa dengan kehadiran Staf Khusus Menteri Agama Bidang Kerukunan Umat Beragama, Pengawasan, dan Kerja Sama Luar Negeri, Gugun Gumilar. Ia menilai kolaborasi lintas organisasi seperti ini menjadi kekuatan penting dalam menjaga solidaritas sosial di tengah masyarakat.
“Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa kepedulian dan gotong royong masih menjadi kekuatan utama bangsa. Kolaborasi seperti ini harus terus dijaga,” ujarnya.
Ketua Arus Bawah Persada, Michael Umbas, menegaskan bahwa bakti sosial ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk tanggung jawab moral untuk hadir di tengah masyarakat.
“Semangat gotong royong adalah fondasi bangsa ini. Kami ingin memastikan organisasi hadir membawa manfaat langsung bagi masyarakat dan sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan,” kata Umbas.
Hal senada disampaikan Ketua Wanita Ne Toudano, Patris Rumbayan. Ia menekankan bahwa peran perempuan sangat penting dalam gerakan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Kami percaya ketulusan dan kepedulian adalah kekuatan utama dalam membantu sesama. Wanita Ne Toudano akan terus menjadi bagian dari gerakan yang berpihak kepada rakyat kecil,” tuturnya.
Kegiatan ini bukan hanya tentang pelayanan kesehatan atau bantuan sembako, tetapi juga tentang menghadirkan harapan. Melalui kolaborasi Arus Bawah Persada, Wanita Ne Toudano, dan Kesira, semangat berbagi diharapkan terus menjangkau lebih banyak warga di berbagai wilayah Sulawesi Utara.
Lebih dari itu, bakti sosial ini dinilai selaras dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menitikberatkan pada peningkatan kesejahteraan rakyat, pembangunan sumber daya manusia, serta pemerataan akses layanan kesehatan dan bantuan sosial. (AG’Q)







