MANADO, MANIMPANG.com — Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, memimpin rapat koordinasi responsif bersama Forkopimda dan seluruh instansi/SKPD terkait, di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Selasa (06/01/2026) sekira pukul 07:00 WITA.
Rapat ini difokuskan pada percepatan penanganan bencana akibat hujan lebat yang melanda Kabupaten Kepulauan Sitaro.
Hujan dengan intensitas sangat tinggi yang mengguyur Pulau Siau hampir lima jam, pada Senin (05/01/2025) dini hari memicu banjir, tanah longsor, serta kerusakan infrastruktur di sejumlah titik.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara langsung mengambil langkah cepat dan terkoordinasi.
Personel gabungan TNI-Polri telah dikerahkan untuk membantu evakuasi dan penanganan darurat di lokasi bencana.
Selain itu, bantuan logistik awal berupa enam ton beras, bahan makanan pokok lainnya, serta obat-obatan, juga perlengkapan yang dibutuhkan oleh masyarakan Sitaro, telah diberangkatkan menggunakan kapal laut Glory Marry dari Pelabuhan Manado menuju Sitaro.
Gubernur menyampaikan kepada seluruh pihak diminta fokus pada evakuasi dan penyelamatan korban dengan mengerahkan dukungan maksimal dari TNI, Polri, dan ASN.
“Saat ini yang utama adalah keselamatan warga. Semua sumber daya kita kerahkan,” ucapnya.
Bencana tersebut telah dilaporkan ke Menteri Dalam Negeri dan mendapat atensi pemerintah pusat.
Gubernur Yulius dalam rapat tersebut juga mengimbau masyarakat Sulawesi Utara untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem.
“Desember hingga akhir Januari cuaca tidak baik-baik saja. Waspadai hujan, longsor, dan risiko lainnya. Jangan memaksakan perjalanan jika cuaca buruk. Keselamatan adalah yang utama,” pesannya.
Diketahui, Pemprov Sulut membuka posko bantuan kemanusiaan di Lobby Kantor Gubernur Sulut, yang dikoordinasikan BPBD, dan memastikan penanganan darurat dan pemulihan akan terus dimaksimalkan seiring perkembangan situasi di lapangan. (AG’Q)







