SULUT, MANIMPANG.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara merespons berbagai aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui berbagai kanal, termasuk media sosial, dengan memastikan bahwa program prioritas daerah tetap berjalan sesuai rencana dan target.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay, pemerintah daerah menyampaikan bahwa pelaksanaan program pembangunan kini berada pada tahap eksekusi yang berkelanjutan dan terukur.
Fokus utamanya diarahkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta penguatan sektor ekonomi.
“Seluruh program prioritas dan janji pemerintah saat ini sedang berjalan secara konsisten dan terukur,” ujar Gubernur dalam keterangannya.
Data terbaru menunjukkan ekonomi Sulut pada Triwulan IV 2025 tumbuh 5,66 persen dengan nilai PDRB mencapai Rp 204,75 triliun.
Pertumbuhan ini ditopang oleh berbagai sektor, termasuk investasi yang meningkat di bidang pariwisata dan industri pengolahan.
Di sektor infrastruktur, perbaikan jalan provinsi terus dilakukan, terutama di jalur logistik yang terdampak cuaca ekstrem.
Upaya ini sekaligus mendukung visi menjadikan Sulut sebagai hub logistik di kawasan timur Indonesia.
Sementara itu, penguatan sumber daya manusia dilakukan melalui program pendidikan vokasi, termasuk pengiriman peserta magang ke Jepang, serta pengembangan fasilitas pendidikan seperti rencana pembangunan SMA Taruna Nusantara dan Fakultas Kedokteran di UNIMA.
Pada sektor pertanian dan perikanan, pemerintah mencatat kenaikan Nilai Tukar Petani menjadi 128,50 pada Februari 2026.
Dukungan diberikan melalui penyediaan alat pertanian, pengembangan lahan padi, serta pembangunan fasilitas kelautan untuk mendorong ekspor.
Di bidang layanan dasar, Sulut meraih UHC Award 2026. Layanan kesehatan diperluas hingga wilayah kepulauan melalui kapal klinik dan ambulans, sementara sektor pendidikan mendapat dukungan beasiswa dan perbaikan fasilitas sekolah.
Untuk menjaga daya beli masyarakat, pemerintah menggelar gerakan pangan murah di ratusan titik dan memperluas akses listrik 24 jam di pulau-pulau terluar.
“Semangat mapalus dan gotong royong menjadi kunci dalam menjaga momentum pembangunan ini,” kata Gubernur. (AG’Q)






