JAKARTA, MANIMPANG.com — Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, mulai membuka peluang kerja sama dengan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) untuk mendorong kesejahteraan penambang rakyat di daerahnya.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur bertemu dengan Direktur Utama Antam, Untung Budiharto, untuk membicarakan sejumlah isu penting di sektor pertambangan rakyat.
Fokus utama pembahasan mencakup penguatan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) serta skema penyerapan hasil tambang milik masyarakat.
Gubernur Yulius menyampaikan bahwa pemerintah daerah ingin memastikan hasil tambang rakyat memiliki nilai jual yang lebih baik dan transparan.
Ia berharap keterlibatan BUMN seperti Antam dapat memberi kepastian harga yang mengacu pada standar yang berlaku.
“Kita ingin penambang rakyat tidak lagi dirugikan. Hasil tambang mereka harus dihargai sesuai standar, termasuk mengacu pada standar internasional seperti LBMA,” ujarnya.
Selain soal harga, kerja sama ini juga diarahkan pada peningkatan kapasitas penambang.
Antam diharapkan dapat memberikan dukungan teknis serta edukasi agar aktivitas pertambangan rakyat berjalan lebih aman dan berkelanjutan.
Menurut Gubernur, peran Antam tidak hanya sebatas pembelian hasil tambang, tetapi juga pendampingan kepada masyarakat penambang agar kualitas produksi dapat meningkat.
Saat ini, rencana kerja sama tersebut masih dalam tahap pembahasan teknis. Tim dari Antam bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Utara tengah menyusun skema yang akan diterapkan di lapangan.
Pertemuan itu juga dihadiri Direktur Utama PT Membangun Sulut Maju (MSM) Dating Palembangan serta Kepala Badan Penghubung Pemprov Sulut Reynaldo Walujan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam memperbaiki tata kelola pertambangan, dengan harapan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh penambang rakyat di daerah. (AG’Q)







