MINAHASA, MANIMPANG.com — Aula Desa Kali siang itu tak sekadar menjadi ruang pertemuan. Di sana, harapan tentang masa depan generasi muda dirajut bersama.
Hukum Tua Desa Kali, Johanis Altin Parengkuan, menginisiasi “Penyuluhan Pencegahan Stunting Bagi Remaja Tahun 2025.” Sebuah ikhtiar membangun kesadaran sejak dini tentang pentingnya kesehatan remaja, Senin (22/12/2025).
Remaja-remaja desa duduk menyimak, sebagian mencatat, sebagian lainnya bertanya.
Mereka diajak memahami bahwa stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan, melainkan soal kualitas hidup di masa depan.
“Pencegahan stunting harus dimulai dari remaja. Dari pengetahuan, pola makan, hingga gaya hidup sehat,” ujar Johanis Parengkuan dalam sambutannya.
Mewakili Pemerintah Kabupaten Minahasa, Kepala Dinas Kesehatan dr. Olviane Imelda Rattu, M.Si., hadir membawa pesan kuat dari pemerintah daerah.
“Remaja hari ini adalah orang tua di masa depan. Jika mereka sehat dan paham gizi, maka kita sedang menyiapkan generasi Minahasa yang unggul,” tuturnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Camat Pineleng, Drs. Jonly H. S. Wua, MM., serta para kepala desa se-Kecamatan Pineleng.
Kehadiran para pemangku kebijakan itu menjadi konfirmasi bahwa upaya pencegahan stunting adalah tanggung jawab bersama, dimulai dari desa, demi masa depan anak-anak Minahasa. (AG’Q)







