MANADO, MANIMPANG.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memperingati Jumat Agung sebagai momen refleksi spiritual bagi masyarakat, dengan mengajak semua pihak meneladani nilai pengorbanan, ketulusan, dan kasih dalam kehidupan sehari-hari.
Peringatan yang jatuh pada 3 April 2026 tersebut disampaikan melalui pesan resmi yang menekankan makna mendalam Jumat Agung, tidak hanya sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga sebagai pengingat nilai kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE., bersama Wakil Gubernur Dr. J. Victor Mailangkay SH MH., serta jajaran pemerintah daerah turut menyampaikan pesan tersebut kepada masyarakat.
Dalam keterangannya, pemerintah daerah mengajak seluruh warga untuk menjadikan Jumat Agung sebagai ruang perenungan bersama.
“Peringatan Jumat Agung menjadi momentum refleksi bagi kita semua untuk meneladani nilai pengorbanan, ketulusan, dan kasih yang tanpa batas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” demikian kutipan pesan yang disampaikan.
Selain itu, Ketua TP-PKK Sulawesi Utara Anik Yulius Selvanus dan Wakil Ketua TP-PKK Dr. Merry Elisabeth Kalalo juga turut hadir dalam penyampaian pesan tersebut sebagai bagian dari dukungan terhadap nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berharap melalui peringatan ini, masyarakat dapat semakin memperkuat semangat toleransi, empati, serta solidaritas dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan.
Peringatan Jumat Agung sendiri merupakan salah satu hari penting dalam kalender umat Kristiani yang memperingati pengorbanan Yesus Kristus, dan setiap tahunnya dirayakan dengan penuh khidmat di berbagai daerah, termasuk di Sulawesi Utara yang memiliki keragaman budaya dan agama. (AG’Q)






