MANADO, MANIMPANG.com – Saat ini, Stadion Klabat Manado menghadirkan suasana yang tak biasa. Bukan sorak penonton sepak bola atau riuh lintasan atletik yang terdengar, melainkan bunyi lembut busur ditarik dan anak panah yang melesat membelah udara.
Dari arena inilah, babak baru olahraga panahan Indonesia dimulai. Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, secara resmi membuka Merah Putih Panahan Sulut Open Gubernur Cup 2026, sebuah turnamen terbuka berskala nasional yang mencatat sejarah karena digelar gratis tanpa biaya pendaftaran, Senin (09/02/2026).
Ajang ini diikuti sekitar 150 atlet dari 12 provinsi, mulai dari Sulawesi hingga luar pulau. Kehadiran para pemanah dari berbagai daerah menjadikan Manado sebagai pusat perhatian komunitas panahan nasional.
Ketua Panitia, Yudi Karaeng, menyebut kejuaraan ini sebagai momen bersejarah bagi Sulut.
“Terima kasih Pak Gubernur. Ini sejarah di Sulut, panahan open seluruh Indonesia. Diikuti 12 provinsi dengan sekitar 150 peserta dan semuanya gratis. Ini kejurnas open pertama di Indonesia yang digratiskan oleh Gubernur,” ujarnya.
Dukungan penuh Pemerintah Provinsi Sulut disebutnya sebagai bukti keseriusan daerah dalam mengangkat panahan ke level nasional.
Dalam sambutannya, Gubernur Yulius menyatakan komitmen menjadikan Sulut sebagai lumbung atlet berprestasi.
Ia mengaku melihat potensi besar dari atlet muda sejak ajang Porprov hingga PON.
“Hari ini Sulawesi Utara menyiapkan kalian sebagai ajang kehormatan. Kalian akan kami dorong ke tingkat nasional bahkan internasional,” katanya.
Menariknya, Gubernur tak hanya hadir memberi sambutan. Ia turun langsung ke lapangan, menunjukkan kemampuannya memanah.
“Saya baru latihan belum sampai satu bulan, tapi sudah bisa panah 20 meter dan rata-rata di kuning. Artinya, di usia saya yang sudah senior saja masih mau melatih diri. Apalagi kalian yang muda,” tuturnya, disambut tepuk tangan atlet.
Menurut Yulius, kunci prestasi adalah latihan keras, disiplin, dan keseriusan.
“Saya tidak mau atlet dibebankan biaya lagi. Biar pemerintah yang tanggung. Tapi atlet harus mempertanggungjawabkannya dengan prestasi,” pungkas Gubernur. (AG’Q)







