MINUT, MANIMPANG.com — Ruas Jalan Ir Soekarno di Kabupaten Minahasa Utara kembali menjadi perbincangan warga. Setiap hari, jalan ini dilalui ribuan kendaraan, namun di sejumlah titik, aspal yang terkelupas dan lubang yang menganga kerap menghadirkan kecemasan bagi pengguna jalan.
Tak jarang, pengendara harus mengurangi kecepatan secara mendadak, bahkan sebagian mengaku nyaris terlibat kecelakaan.
Keluhan warga pun terus mengalir. Mereka berharap pemerintah segera turun tangan melakukan perbaikan menyeluruh agar ruas jalan tersebut kembali aman dan nyaman dilalui.
Menanggapi hal itu, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Sulawesi Utara akhirnya memberikan penjelasan. Kepala Dinas PU Sulut, Deicy Paat, mengatakan bahwa Jalan Ir Soekarno Minahasa Utara memang berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi.
Menurut Deicy, kondisi jalan tersebut sebenarnya tidak dibiarkan begitu saja. Sejumlah upaya perbaikan telah dilakukan, termasuk penanganan darurat pada akhir tahun 2025 lalu dengan menggunakan material trimix di beberapa titik yang rusak parah.
“Kami sudah melakukan penanganan darurat di beberapa titik. Namun, karena beban lalu lintas yang sangat padat, termasuk kendaraan bertonase besar, serta faktor cuaca yang didominasi hujan, kerusakan kembali terjadi,” ujarnya, Selasa (20/01/2026).
Ia juga menjelaskan, bahwa tingginya intensitas kendaraan berat yang melintas membuat hasil perbaikan sementara tersebut tidak mampu bertahan lama. Ditambah lagi, curah hujan yang tinggi mempercepat proses kerusakan aspal.
Meski demikian, masyarakat diminta tidak khawatir. Dinas PU Sulut memastikan bahwa perbaikan permanen akan segera dilakukan pada tahun 2026 ini.
Saat ini, pihaknya tinggal menunggu proses administrasi anggaran rampung.
“Anggaran perbaikan sudah tertata di APBD 2026. Dalam waktu dekat akan segera masuk ke tahap proses tender, dan setelah itu perbaikan permanen akan kami lakukan,” Deicy menjelaskan.
Dengan adanya kepastian tersebut, masyarakat diharapkan dapat bersabar dan tetap berhati-hati saat melintasi ruas Jalan Ir Soekarno, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih sering diguyur hujan. (AG’Q)







