MINAHASA, MANIMPANG.com — Sorak sorai penonton berpadu dengan derap langkah kuda yang beradu cepat di Arena Pacuan Kuda Tompaso, dan ribuan pasang mata yang terpaku ke lintasan.
Mengawali tahun 2026, Arena Pacuan Kuda Tompaso, Minahasa, kembali hidup. Bukan hanya sebagai tempat lomba, tetapi sebagai simbol harapan baru sport tourism Sulawesi Utara.
Suasana di tengah kerumunan, Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, hadir tanpa jarak, dalam Kejuaraan Pacuan Kuda “New Year Cup 2026,” Sabtu (03/01/2026).
Ia menyapa atlet, pelatih, hingga masyarakat yang setia menjaga tradisi pacuan kuda.
“Saya datang bukan hanya sebagai gubernur, tapi sebagai bagian dari komunitas. Ini komunitas kuda, komunitas olahraga, komunitas rakyat,” ucapnya, disambut tepuk tangan penonton.
Gubernur Yulius melihat Tompaso sebagai aset langka. Saat banyak arena pacuan kuda di Asia mulai tutup, peluang justru terbuka lebar bagi Sulawesi Utara.
“Kalau Hongkong tutup, mereka mau ke mana? Ke sini. Tompaso ini tempatnya,” Gubernur menjelaskan.
Ia pun mengingatkan warga agar tidak tergesa menjual lahan di sekitar arena.
“Ini akan kita jadikan tempat paling seksi di dunia,” katanya.
Dengan 60 persen kuda Indonesia berasal dari Sulut, Yulius optimistis Tompaso akan melangkah ke level internasional.
“2026–2027, kita tidak lagi nasional, tapi internasional,” ujarnya.
Bagi Tompaso, pacuan kuda hari itu bukan sekadar lomba, melainkan awal langkah menuju panggung dunia. (AG’Q)







