September 12, 2026
file_000000001da8820eb334ce9208307001

SULUT, MANIMPANG.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara langsung mengirim bantuan logistik darurat ke Kabupaten Kepulauan Sangihe menyusul bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut.

Pengiriman dilakukan atas instruksi Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, SE, untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak segera terpenuhi.

Bantuan tahap pertama diberangkatkan pada Rabu (23/7/2026) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Utara menggunakan Kapal Saint Merry menuju Sangihe.

Kepala BPBD Sulawesi Utara, Adolf Tamengkel, mengatakan pihaknya segera menindaklanjuti arahan gubernur dengan menyalurkan bantuan logistik sekaligus memperkuat koordinasi bersama pemerintah daerah.

“Berdasarkan arahan Bapak Gubernur, kami langsung bergerak menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat Kepulauan Sangihe yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait untuk memastikan penanganan berjalan optimal,” ujar Adolf.

Bantuan yang dikirim meliputi 100 lembar tikar, 100 lembar selimut, 40 dus mi instan, dan 30 dus ikan kaleng.

Seluruh logistik diprioritaskan bagi warga yang terdampak langsung, terutama mereka yang kehilangan tempat tinggal maupun kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari akibat bencana.

Gubernur Yulius mengatakan pemerintah harus bergerak cepat dalam situasi darurat agar masyarakat segera mendapatkan bantuan yang dibutuhkan.

“Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat ketika menghadapi situasi darurat. Saya menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk memperkuat koordinasi agar bantuan dapat tersalurkan dengan cepat, tepat sasaran, dan penanganan bencana dapat dilakukan secara maksimal,” katanya.

Selain mengirim bantuan, Pemprov Sulut bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe akan melakukan asesmen lanjutan untuk mendata kebutuhan warga serta tingkat kerusakan akibat banjir bandang dan tanah longsor.

Data tersebut akan menjadi dasar penyusunan langkah penanganan dan pemulihan pascabencana.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama. (AG’Q)