SULUT, MANIMPANG.com — Pariwisata Sulawesi Utara membuka awal 2026 dengan lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara.
Kenaikan ini terjadi di tengah upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, yang mendorong penguatan akses penerbangan dan promosi internasional.
Sebagian besar wisatawan asing masuk melalui Bandara Sam Ratulangi dengan total 7.549 kunjungan.
Pasar Asia masih mendominasi, terutama dari Tiongkok sebanyak 3.977 kunjungan atau 52,68 persen, disusul Korea Selatan 2.990 kunjungan (39,60 persen), serta Singapura 89 kunjungan (1,18 persen).
Sementara itu, kunjungan dari negara lain seperti Amerika Serikat, Jerman, dan Inggris mulai terlihat.
Pemerintah daerah juga mulai memperluas jangkauan pasar wisata.
“Strategi penguatan aksesibilitas dan promosi internasional berjalan efektif,” sebagaimana tergambar dari tren peningkatan kunjungan tersebut.
Di sisi domestik, pergerakan wisatawan nusantara juga meningkat. Sepanjang Januari 2026 tercatat 1.232.868 perjalanan ke Sulawesi Utara, tumbuh 15,04 persen secara tahunan.
Manado masih menjadi tujuan utama dengan 289.974 perjalanan, diikuti Minahasa 201.728 perjalanan dan Minahasa Utara 151.437 perjalanan.
Penyebaran wisatawan ke berbagai daerah ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pengembangan pariwisata berbasis kabupaten/kota.
Dari sisi akomodasi, tingkat hunian hotel berbintang mencapai 40,32 persen, naik 2,78 poin dibanding tahun lalu. Rata-rata lama menginap wisatawan asing juga meningkat menjadi 2,40 hari.
Peningkatan ini mencerminkan perbaikan kualitas layanan pariwisata di daerah tersebut.
“Capaian positif di awal tahun 2026 ini menjadi modal berharga untuk mewujudkan Sulawesi Utara sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Pasifik melalui pariwisata,” demikian arah kebijakan yang terus didorong pemerintah provinsi.
Dengan tren awal tahun yang meningkat, sektor pariwisata Sulawesi Utara diperkirakan terus bergerak sepanjang 2026, didukung konektivitas yang semakin terbuka dan distribusi wisatawan yang kian merata. (AG’Q)







