MANADO, MANIMPANG.com — Suasana haru dan semangat kebangsaan mewarnai acara peresmian revitalisasi satuan pendidikan se-Provinsi Sulawesi Utara yang berlangsung di TK Negeri 10 Manado.
Acara ini merupakan bagian dari program pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan sekolah asri di seluruh Indonesia.
Sebelum acara dimulai, seluruh hadirin diminta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk pembangkit semangat nasionalisme dan cinta tanah air. Penampilan anak-anak TK Negeri 10 yang membawakan lagu Ibu Kita Kartini dan lagu daerah “Sayang Sayang Sipatokaan” membuat suasana semakin berkesan. Wajah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed, tampak terharu menyaksikan penampilan tersebut.
Hadir dalam kesempatan itu Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE., dan sejumlah bupati dan wali kota seperti Wali Kota Bitung, Bupati Talaud, Wali Kota Tomohon, serta Kepala BPMP Sulawesi Utara, Febry H.J. Dien, S.T., M.Inf.Tech (Man).
Acara yang digelar Selasa, 21 April 2026, bertempat di TK Negeri 10 Karangria, Manado, ini menjadi momentum penting bagi peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
Gubernur Sulawesi Utara dalam sambutannya mengungkapkan rasa terima kasih atas kunjungan Menteri Pendidikan yang kedua kalinya ke daerah itu. Ia menyebut kedatangan menteri membawa “oleh-oleh” yang sangat banyak untuk Sulawesi Utara, termasuk untuk Kota Manado, Talaud, Bitung, Minahasa Selatan, dan Tomohon. Gubernur juga mengaku senang melihat anak-anak tampil menyanyikan lagu Kartini, seraya berharap pemerintah pusat terus memberi perhatian, terutama bagi sekolah-sekolah yang sempat terkena gempa.
Kepala Sekolah TK Negeri 10 Manado dalam sambutannya menjelaskan kondisi bangunan sekolah sebelum direvitalisasi. Ia mengatakan bahwa bangunan sudah rusak, saat hujan air masuk seperti kolam, terutama di bagian samping hingga kantor. Keterbatasan tersebut membuat proses belajar mengajar terganggu. Berkat program pemerintah pusat, kini bangunan telah diperbaiki dan wajah sekolah menjadi lebih bagus, menambah semangat guru dalam membimbing anak-anak.
Menteri Abdul Mu’ti, menyampaikan data capaian revitalisasi nasional. Pada tahun 2025, kementerian telah membangun dan merevitalisasi 16.167 satuan pendidikan, jauh di atas target awal 10.440. Untuk tahun 2026, target ditambah menjadi 11.744 satuan pendidikan, dengan tambahan anggaran dari Presiden sebesar Rp60 triliun. Khusus untuk Sulawesi Utara, jumlah sekolah yang direvitalisasi mencapai 248 unit, terdiri atas 247 sekolah revitalisasi dan 1 unit sekolah baru, dengan anggaran Rp231.045.384.927.
Selain revitalisasi, menteri juga melaporkan program distribusi Interactive Flat Panel (IFP) sebagai bagian dari pemanfaatan teknologi pembelajaran. Pada tahun 2025, secara nasional telah dibagikan 288.865 unit IFP untuk 38 provinsi. Di tahun 2026 akan ada tambahan 886.595 unit. Untuk Sulawesi Utara, pada tahun 2025 terdapat 3.760 unit dengan rincian PAUD 370, SD 2.203, SMP 733, SMA 226, SMK 144, dan SLB 38. Khusus Kota Manado mendapatkan 506 unit atau 13,5 persen dari total Provinsi Sulawesi Utara.
Terkait program guru, menteri menyebut data guru yang belum tersertifikasi masih cukup besar. Untuk Sulawesi Utara, program ASN P3K guru dari tahun 2021 hingga 2025 mencatat total kelulusan P3K tahun 2022 sebanyak 10.050, P3K paruh waktu tahun 2024 sebanyak 2.078, dan lulusan program guru P3K sekolah rakyat berjumlah 28. Pada tahun 2026, pemerintah mengalokasikan bantuan untuk guru yang belum memiliki gelar S1 sebesar Rp3 juta per semester untuk mengikuti program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) atau program S1. Setelah lulus, mereka dapat mengikuti PPG dan berpeluang mendapatkan tunjangan sertifikasi.
Menteri juga menyampaikan program wajib belajar 13 tahun yang dimulai dari taman kanak-kanak. Pada tahun 2026, pemerintah akan memerintahkan pembangunan revitalisasi untuk daerah terdampak bencana, daerah 3T, dan sekolah rusak berat, termasuk pembangunan unit sekolah baru TK di desa-desa yang belum memiliki TK. Target kementerian bersama Kementerian Desa adalah minimal satu TK per desa. Untuk pertama kalinya, murid TK mendapatkan bantuan PIP sebesar Rp450.000 per tahun, dengan alokasi nasional untuk 888.000 murid TK.
Terkait program sekolah asri, kementerian telah menerbitkan peraturan menteri untuk menciptakan lingkungan sosial dan lingkungan alam yang aman, sehat, bersih, dan indah. Program ini sejalan dengan arahan Presiden tentang pentingnya hidup efisien dan menyelamatkan bumi. Menteri menyebut Sulawesi Utara sebagai daerah tujuan wisata, sehingga program asri sangat relevan untuk menjaga keindahan alam.
Di akhir sambutannya, Menteri Abdul Mu’ti mengucapkan selamat Hari Kartini kepada seluruh ibu dan bapak yang hadir. Ia mengingatkan bahwa semangat Kartini adalah semangat emansipasi dan pendidikan, yang selaras dengan upaya memajukan pendidikan anak usia dini di seluruh Indonesia.
Acara peresmian ditutup dengan peninjauan langsung ke ruang kelas TK Negeri 10 Manado yang telah direvitalisasi. Anak-anak terlihat antusias menunjukan ruang belajar baru yang lebih bersih, aman, dan nyaman. Para guru menyampaikan rasa syukur karena kini proses belajar mengajar tidak lagi terganggu oleh hujan atau kondisi bangunan yang rusak.
Melalui revitalisasi ini, pemerintah pusat dan daerah berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas satuan pendidikan di Sulawesi Utara. Mulai dari perbaikan fisik sekolah, distribusi teknologi pembelajaran, peningkatan kesejahteraan guru, hingga perluasan akses pendidikan bagi anak usia dini, semua bergerak untuk mewujudkan sekolah asri dan generasi unggul. (AG’Q)





