April 18, 2026
IMG-20260416-WA0016

MINAHASA, MANIMPANG.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa meluncurkan kebijakan Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) sebagai langkah menghadapi tekanan ekonomi global dan dampak krisis iklim yang mulai dirasakan di daerah.

Kebijakan ini diperkenalkan dalam Apel Kerja Bakti yang dipimpin Sekretaris Daerah Minahasa Lynda D. Watania, di Lapangan Manguni Sasaran, Kamis (16/04/2026) pagi.

Kegiatan tersebut dikoordinasikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan diikuti ratusan ASN bersama jajaran pejabat eselon II dan III, termasuk camat se-Minahasa.

Sekda Lynda menjelaskan kondisi global yang tidak stabil, termasuk gangguan distribusi energi dunia, turut berdampak pada perekonomian daerah.

“Pemerintah pusat mendorong penghematan energi secara masif,” ujarnya.

Sebagai respons, Pemkab Minahasa menerapkan sistem Work From Anywhere (WFA) bagi sebagian pegawai, dengan tetap menjaga target kinerja.

Namun, layanan publik dasar seperti RSUD, Dinas Capil, dan PTSP tetap beroperasi secara langsung agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

Selain itu, Bupati Minahasa mengarahkan kerja bakti difokuskan pada area strategis di Sasaran serta pembersihan Sungai Sumalangka.

Upaya ini menjadi bagian dari implementasi kebijakan ASRI di lapangan.

Lynda juga meminta para camat memperkuat peran masyarakat dalam pengelolaan sampah, dengan menjadikan Tondano sebagai tolok ukur.

“Kita tidak boleh lagi hanya mengandalkan TPA,” katanya.

Setiap kecamatan didorong membangun bank sampah dan melakukan pemilahan sampah dari rumah tangga, termasuk penanganan khusus limbah berbahaya (B3).

“ASN diharapkan menjadi teladan dalam menjaga kebersihan lingkungan,” tambahnya. (AG’Q)