Sejak awal hingga akhir turnamen, seluruh tim dinilai mampu menunjukkan permainan yang sportif.
Dalam sambutannya, Gubernur Yulius menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kompetisi.
Ia juga menilai ajang ini menjadi tanda kebangkitan sepak bola di Sulawesi Utara.
“Saya bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, setelah akhirnya 12 tim bertanding di lapangan hijau ini di dua tempat, telah melaksanakan pertandingan secara sportif. Ini menandakan persepakbolaan Sulawesi Utara bangkit,” ujarnya.
Ia turut mengucapkan terima kasih kepada panitia, klub, atlet, serta para suporter yang telah memberikan dukungan penuh selama turnamen berlangsung.
“Terima kasih semuanya, para penyelenggara, para klub, para atlet, para suporter yang memberikan dorongan semangat kepada klubnya masing-masing hingga pertandingan final pada sore hari ini,” katanya.
Gubernur juga menyampaikan pesan kepada tim yang bertanding, baik pemenang maupun yang belum meraih hasil maksimal.
Ia mengingatkan agar kemenangan tidak membuat tim terlena, sementara yang kalah tetap memiliki peluang di masa mendatang.
“Bagi yang kalah, masih ada kesempatan lain waktu. Bagi yang menang, jangan sombong,” ucapnya.
Lebih lanjut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berencana mendorong tim untuk melanjutkan kiprah ke tingkat nasional melalui Liga 4 Nasional.
“Kita akan berangkatkan untuk mengikuti Liga Empat Nasional. Siap-siap,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, Yulius memberikan apresiasi kepada kedua tim finalis atas penampilan mereka.
“Terima kasih Persma, tepuk tangan kalian. Terima kasih Bolsel, kalian nomor dua, tapi sudah bermain dengan baik,” tutupnya.
Turnamen ini diharapkan menjadi momentum berkelanjutan untuk pembinaan dan peningkatan kualitas sepak bola di Sulawesi Utara. (AG’Q)





