Mei 26, 2026
7f90e256-ca70-4857-958a-0e3651ec0ea7

MINAHASA, MANIMPANG.com — Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Kabupaten Minahasa didorong semakin cakap mengatur keuangan, memperluas akses pembiayaan, dan meningkatkan kualitas usaha agar mampu naik kelas.

Dorongan itu disampaikan Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam kegiatan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan atau GENCARKAN yang digelar di Ruang Sidang Kantor Bupati Minahasa, Selasa (26/05/2026).

Kegiatan bertema “Masyarakat Cerdas Keuangan Menuju Indonesia Emas 2045” tersebut dilaksanakan Pemkab Minahasa bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan, Bank SulutGo, dan Bank Mandiri.

Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, S.S (VaSung) yang hadir mewakili Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si., MAP, mengatakan kemampuan mengelola keuangan menjadi kebutuhan penting bagi pelaku UMKM, terutama di tengah perkembangan digital.

“Untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara maju, berdaya saing dan sejahtera, kita membutuhkan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan memiliki kemampuan mengelola keuangan dengan baik,” ujar VaSung.

Menurut Wabup, literasi keuangan dapat membantu pelaku usaha mengambil keputusan yang lebih tepat, menghindari praktik keuangan yang merugikan, serta merencanakan masa depan usaha secara lebih matang.

“Pelaku UMKM yang cerdas mengelola keuangan akan menjadi lebih mandiri, produktif, dan percaya diri. Kepercayaan diri inilah yang akan melahirkan Minahasa yang berani bermimpi, berani berinovasi, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global,” katanya.

VaSung juga mengajak pelaku UMKM di Minahasa untuk lebih bijak mengatur keuangan, membiasakan diri menabung, memahami investasi, serta terus memperbaiki kualitas produk.

Ia menyebut, UMKM Minahasa perlu memperkuat mutu produk, kemasan, dan sistem pemasaran agar mampu bersaing dengan daerah lain, bahkan menembus pasar ekspor.

“Produk yang dipasarkan harus menjadi produk premium. Pemerintah Kabupaten Minahasa bersama stakeholder yang hadir saat ini siap membantu para pelaku UMKM karena hal ini sejalan dengan visi Minahasa sebagai daerah pariwisata yang maju dan sejahtera,” ucapnya.

Dalam kegiatan itu, turut disampaikan data UMKM di Kabupaten Minahasa yang berjumlah 51.384 unit usaha. Jumlah tersebut terdiri atas 51.191 usaha mikro, 168 usaha kecil, dan 25 usaha menengah.

Sektor UMKM di Minahasa didominasi usaha perdagangan, kuliner, jasa, kerajinan mebel, hingga kerajinan keramik. Sektor-sektor ini dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang apabila didukung akses pembiayaan dan pendampingan usaha yang berkelanjutan.

Melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah atau TPAKD Tahun 2026, Pemkab Minahasa juga mendorong pengembangan usaha unggulan daerah, di antaranya kacang sangrai Kawangkoan, usaha batok kelapa Tondano, dan usaha kuliner melalui dukungan pembiayaan Kredit Bohusami.

Kegiatan GENCARKAN ini diharapkan menjadi ruang penguatan bagi pelaku UMKM agar semakin inovatif, mandiri, kreatif, dan memiliki daya saing menuju Indonesia Emas 2045.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten III Ir. Jany Moniung, Kepala OJK Provinsi Sulawesi Utara Budiman Siahaan, perwakilan Bank SulutGo Cabang Tondano, perwakilan Bank Mandiri, Kadis Koperasi Minahasa Sibbi Sengke, Kadis PMD Minahasa Alex Mamesah, serta pelaku UMKM se-Kabupaten Minahasa. (AG’Q)