September 29, 2026
IMG-20260929-WA0044

MINAHASA, MANIMPANG.com — Seni dan budaya tidak hanya menjadi bagian dari warisan masa lalu, tetapi juga ruang bagi masyarakat untuk mengenali sekaligus memperkuat identitas daerah.

Semangat itu mengemuka dalam lokakarya kesenian yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Minahasa di Azana Essence Villa Agape Manado, Selasa (29/09/2026).

Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, S.S., MAP (VaSung) membuka kegiatan tersebut sekaligus memberikan materi kepada para peserta yang terdiri dari pelaku seni, pengurus sanggar dan grup kesenian, maestro, budayawan, serta pemerhati seni dan budaya.

Dalam penyampaiannya, VaSung mengatakan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga keberadaan seni dan budaya Minahasa.

“Seni dan budaya memiliki peran penting dalam memperkuat identitas daerah. Karena itu, pelestarian dan pengembangannya membutuhkan keterlibatan bersama,” ujarnya.

Menurut VaSung, keberadaan lokakarya menjadi kesempatan bagi para pelaku seni untuk saling bertukar pengalaman, memperluas wawasan, sekaligus membicarakan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesenian Minahasa.

Rangkaian kegiatan diisi dengan materi dan diskusi yang membahas berbagai aspek kesenian.

Pembahasan tidak hanya berkaitan dengan upaya pelestarian kesenian tradisional, tetapi juga bagaimana kesenian dapat dikembangkan agar tetap memiliki ruang di tengah perkembangan zaman.

Suasana lokakarya pun menjadi ruang pertemuan antara pengalaman para pelaku seni dengan gagasan pengembangan kesenian ke depan.

Pemerintah Kabupaten Minahasa melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata berharap kegiatan tersebut dapat membuka ruang kreativitas sekaligus memperkuat jejaring di antara para pegiat seni.

Selain itu, lokakarya ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung perkembangan kesenian, baik yang bersifat tradisional maupun kontemporer.

Turut hadir Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Minahasa Frangky Mea, S.E., M.Si., bersama jajaran dinas. Hadir pula Pemerhati Budaya dan Kesenian Royke Reuge Kumaat, S.Pd., para pengurus dan anggota sanggar serta grup kesenian di Minahasa, pengurus seni, maestro, budayawan, serta seluruh peserta lokakarya.

Melalui pertemuan tersebut, para peserta diharapkan tidak hanya memperoleh tambahan wawasan, tetapi juga memiliki ruang untuk membangun komunikasi dan kerja sama dalam menjaga keberlanjutan seni dan budaya Minahasa.

Di tengah perubahan zaman, kesenian daerah pun diharapkan tetap tumbuh, berkembang, dan dikenal oleh generasi berikutnya tanpa kehilangan akar budayanya. (AG’Q)