Oktober 2, 2026
FB_IMG_1790907214097

MINAHASA, MANIMPANG.com — Lapangan Kantor Bupati Minahasa, dipenuhi suasana khidmat, Kamis (01/10/2026).

Di tengah barisan peserta upacara dan jajaran pemerintahan daerah, peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga ruang untuk kembali mengingat perjalanan sejarah sekaligus melihat bagaimana nilai-nilai Pancasila dijalankan dalam kehidupan sehari-hari.

Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, SS, MAP (VaSung) bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan yang mengangkat tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”

Usai upacara, VaSung menyampaikan bahwa momentum 1 Oktober menjadi kesempatan untuk mengenang tujuh Pahlawan Revolusi yang gugur dalam peristiwa 30 September 1965.

“1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila, pertama tentu kita mengenang 7 pahlawan yang disebut Pahlawan Revolusi,” ujarnya.

Menurut VaSung, peringatan tersebut juga mengingatkan kembali perjalanan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara yang dalam sejarahnya menghadapi berbagai upaya untuk dirongrong maupun digantikan.

“Momentum ini menegaskan kepada kita sekalian bahwa Pancasila itu sakti, Pancasila sebagai landasan ideologi berbangsa dan bernegara itu ternyata sakti dan tidak tergantikan dengan apapun,” katanya.

Bagi Wabup, pembahasan mengenai posisi Pancasila sebagai ideologi, falsafah, dan dasar negara bukan lagi menjadi persoalan utama. Tantangan yang lebih penting saat ini adalah bagaimana nilai-nilai tersebut benar-benar hadir dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kalau dikaitkan dengan masa-masa sekarang, kita tidak lagi dalam tataran untuk berbicara apakah Pancasila ini tepat sebagai ideologi, tepat sebagai falsafah, tepat sebagai dasar negara, itu sudah lewat,” ujarnya.

“Sekarang bagaimana Pancasila ini bisa kita implementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut menempatkan Pancasila tidak hanya sebagai bagian dari upacara atau simbol kenegaraan.

Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya diharapkan dapat menjadi bagian dari kebijakan, pelayanan publik, maupun tindakan aparatur pemerintah dalam menjalankan tugasnya.

VaSung juga mengajak untuk melihat kembali apakah nilai-nilai Pancasila telah benar-benar menjadi bagian dari gerakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Apakah sila-sila dalam Pancasila dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya benar-benar sudah menjadi napas gerakan kita dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” VaSung mengungkapkan.

Upacara Berlangsung Khidmat, peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kabupaten Minahasa berlangsung dengan melibatkan jajaran pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), ASN, serta sejumlah unsur lainnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Minahasa, Drs. Moudy Leonhard Pangerapan, MAP, bertindak sebagai Perwira Upacara. Sementara Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Frangky Mea, SE, M.Si, menjalankan tugas sebagai Komandan Upacara.

Ketua DPRD Kabupaten Minahasa, Frangky Wolayan, SE, membacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila.

Ikrar tersebut memuat komitmen untuk mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dilakukan Kepala Bidang Kebudayaan dan Penyelenggaraan Event Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Cecilia Sitompul, SH, MH.

Sementara doa dipimpin Pdt. Jean Reflin Watuseke, S.Th.

Usai rangkaian upacara, VaSung menyerahkan Surat Keputusan (SK) kenaikan pangkat kepada sejumlah ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa.

Penyerahan SK tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sekaligus menggambarkan bahwa nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan dalam penyelenggaraan pemerintahan, termasuk melalui tata kelola aparatur yang profesional dan berkeadilan.

Upacara turut dihadiri Sekretaris Daerah Minahasa Lynda Watania, perwakilan Polres Minahasa, perwakilan Kodim 1302 Minahasa, para asisten, kepala perangkat daerah, serta seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Minahasa akhirnya tidak berhenti pada pengenangan sejarah.

Pesan yang disampaikan VaSung membawa momentum tersebut pada pertanyaan yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat: sejauh mana nilai-nilai Pancasila diterjemahkan dalam kebijakan, pelayanan pemerintah, serta pembangunan daerah.

Bagi pemerintah daerah, Pancasila bukan hanya untuk dikenang setiap 1 Oktober.

Nilai-nilainya diharapkan terus hadir dalam kehidupan pemerintahan dan masyarakat, menjadi landasan dalam menjalankan tugas serta memberikan pelayanan kepada warga.

Dengan demikian, suasana khidmat di Lapangan Kantor Bupati Minahasa pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 menjadi pengingat bahwa perjalanan sejarah bangsa tidak hanya untuk dikenang, tetapi juga menjadi pijakan dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara hari ini. (AG’Q)