Oktober 7, 2026
resized_compressed_1791385352663

SULUT, MANIMPANG.com – Harmoni suara berpadu dengan semangat kreativitas dalam rangkaian World Coconut Day 2026 di Sulawesi Utara.

Salah satu agenda yang menarik perhatian yakni Choir Competition atau lomba paduan suara, yang menghadirkan peserta dengan kemampuan vokal sekaligus kekompakan dalam satu penampilan.

Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Utara, Anik Yulius Selvanus, yang juga Ketua Dekranasda Provinsi Sulawesi Utara dan Ketua Umum LPPD Provinsi Sulawesi Utara, hadir dalam kegiatan tersebut sekaligus dipercaya menjadi salah satu juri.

Pembukaan rangkaian kegiatan turut dihadiri Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, S.E., Wakil Gubernur Sulawesi Utara Dr. J. Victor Mailangkay, S.H., M.H., jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta Wakil Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Utara Dr. Merry Elisabeth Kalalo, S.H., M.H.

Dalam kesempatan tersebut, Anik Yulius Selvanus menyampaikan bahwa paduan suara tidak hanya berkaitan dengan kemampuan bernyanyi, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kebersamaan dan kekompakan.

“Paduan suara bukan sekadar tentang kemampuan bernyanyi, tetapi juga mengajarkan nilai kebersamaan, kedisiplinan, kekompakan, saling mendengar, menghargai perbedaan, serta bekerja bersama untuk mencapai satu tujuan,” ujarnya.

Menurut Ketua TP PKK Sulut, keberagaman suara dalam sebuah kelompok justru dapat menghasilkan harmoni ketika setiap anggota mampu saling mendengar dan bekerja bersama.

Semangat tersebut dinilai sejalan dengan kehidupan masyarakat Sulawesi Utara yang memiliki keberagaman, namun dapat berjalan dalam kebersamaan untuk membangun daerah.

Selain lomba paduan suara, World Coconut Day 2026 juga menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi kelapa Sulawesi Utara kepada masyarakat nasional maupun internasional.

Melalui Coconut Expo, berbagai produk olahan kelapa yang dihasilkan UMKM, kelompok tani, perajin, koperasi, hingga pelaku ekonomi kreatif ditampilkan.

Beragam karya tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan komoditas kelapa melalui hilirisasi, inovasi, peningkatan kualitas, desain, branding, serta perluasan akses pasar.

Bagi Anik Yulius Selvanus, seni, kreativitas, UMKM, dan potensi kelapa dapat berjalan beriringan dalam mendukung pengembangan ekonomi daerah sekaligus memperkenalkan identitas Sulawesi Utara.

“Berbeda suara dapat menghasilkan harmoni yang indah. Begitu juga dengan keberagaman yang ada di Sulawesi Utara, ketika kita bekerja bersama, dapat menjadi kekuatan untuk membangun daerah,” ungkapnya.

Dari harmoni suara dalam Choir Competition hingga kreativitas produk olahan kelapa di Coconut Expo, World Coconut Day 2026 menjadi bagian dari momentum untuk memperkenalkan talenta, karya, dan potensi Sulawesi Utara.

Berbeda suara, satu harmoni. Dari Sulawesi Utara untuk Indonesia dan dunia. (AG’Q)