Oktober 7, 2026
resized_compressed_1791384555896

SULUT, MANIMPANG.com — Pengabdian para purnabakti aparatur negara dinilai tetap memiliki arti penting dalam pembangunan daerah.

Hal itu disampaikan Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE saat menghadiri HUT ke-64 Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Rabu (07/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Yulius menyampaikan apresiasi kepada para sesepuh dan anggota PWRI atas dedikasi, pengalaman serta kontribusi yang telah diberikan selama menjalankan tugas sebagai abdi negara dan masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Provinsi dan masyarakat Sulawesi Utara, saya menyampaikan selamat ulang tahun kepada segenap keluarga besar PWRI. Semoga di usia ke-64 tahun ini, PWRI semakin solid, semakin kuat, dan senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, serta terus menjadi teladan dan berperan aktif dalam pembangunan bangsa dan daerah tercinta,” ujarnya.

Menurut Gubernur, PWRI bukan sekadar wadah bagi para pensiunan aparatur negara, tetapi juga menjadi ruang untuk terus menjaga nilai-nilai pengabdian dan berbagi pengalaman kepada masyarakat.

“Meskipun telah purna tugas dari jabatannya masing-masing, pengalaman, kearifan, semangat juang, dan nilai-nilai pengabdian yang telah tertanam selama bertahun-tahun, tetap hidup dan sangat relevan dalam menjawab tantangan zaman yang kita hadapi saat ini,” katanya.

Gubernur menilai masa purna tugas bukan akhir dari pengabdian. Para wredatama masih dapat berkontribusi melalui pengalaman, keteladanan dan kebijaksanaan yang dimiliki.

Hal tersebut sejalan dengan tema HUT ke-64 PWRI, “Satu Tekad, Satu Jiwa, Memperkokoh Solidaritas Wredatama Demi Kesejahteraan Bersama.”

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, lanjut Yulius, juga terus mendorong perhatian terhadap kesejahteraan para pensiunan dan keluarganya melalui sinergi lintas sektor.

“Perhatian terhadap kesejahteraan para pensiunan dan keluarganya menjadi komitmen bersama yang terus kita dorong melalui sinergi lintas sektor,” ujarnya.

Pada peringatan tersebut, turut dilakukan penyerahan Piagam Penghargaan kepada Keluarga Harmonis serta penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara PWRI dan Bank SulutGo (BSG).

Yulius menyebut kerja sama dengan BSG menjadi salah satu langkah untuk mendukung kesejahteraan anggota PWRI, terutama melalui kemudahan layanan dan peningkatan kualitas hidup para pensiunan.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penamatan Sekolah Lansia PWRI Provinsi Sulawesi Utara.

Menurut Gubernur, keberadaan sekolah tersebut menunjukkan bahwa semangat belajar dan mengembangkan diri tetap dapat dilakukan di usia lanjut.

“Sekolah lansia ini adalah teladan nyata bahwa usia senja tetap dapat dilalui dengan aktif, sehat, mandiri dan berdaya,” ungkapnya.

Yulius berharap PWRI terus berperan sebagai sumber inspirasi, penjaga nilai-nilai moral, sekaligus penghubung antargenerasi dalam kehidupan masyarakat Sulawesi Utara.

“Saya percaya, PWRI akan terus menjadi sumber inspirasi, penjaga nilai-nilai moral, serta jembatan penghubung yang baik antar generasi dalam membangun Sulawesi Utara yang semakin maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” katanya.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua TP PKK Sulut Anik Yulius Selvanus, Wakil Gubernur Sulawesi Utara Dr. J. Victor Mailangkay, SH, MH, Sekretaris Daerah Provinsi Sulut Tahlis Gallang, SIP, MM, Ketua Umum PWRI Sulawesi Utara Drs. Ferdinand E.M. Mewengkang, MM, para bupati/wali kota, pejabat pimpinan tinggi pratama Pemprov Sulut, jajaran Bank SulutGo, PT Taspen (Persero) Kantor Cabang Manado, serta pengurus dan anggota PWRI Sulawesi Utara. (AG’Q)