SULUT, MANIMPANG.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menampilkan gambaran kinerja keuangan daerah tahun 2025 yang menunjukkan tren positif pada sejumlah indikator ekonomi dan pengelolaan fiskal.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE., dan Wakil Gubernur Dr. J Victor Mailangkay SH MH., capaian ini diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, menjaga stabilitas harga, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Berdasarkan data yang dipublikasikan, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara tercatat sebesar 5,66 persen, berada di atas rata-rata nasional.
Sementara itu, tingkat inflasi berada di angka 1,23 persen dan dikategorikan terkendali serta relatif rendah.
Dari sisi sosial, angka kemiskinan tercatat 6,62 persen, yang disebut sebagai salah satu yang terendah di wilayah Sulawesi.
Capaian tersebut tidak terlepas dari strategi pengelolaan keuangan daerah yang menitikberatkan pada efisiensi dan prioritas program.
Pemprov Sulut mengarahkan belanja pada program yang berdampak langsung bagi masyarakat, sekaligus melakukan pengendalian belanja operasional.
Dalam aspek keuangan daerah, total aset tercatat mencapai Rp11,87 triliun dan mengalami peningkatan.
Di sisi lain, kewajiban daerah berada di angka Rp847 miliar dan menunjukkan penurunan, sementara ekuitas tercatat sebesar Rp11,02 triliun yang juga mengalami kenaikan.
Gubernur Yulius menyampaikan bahwa arah kebijakan fiskal daerah difokuskan pada efektivitas dan keberlanjutan.
“Pengelolaan fiskal semakin efektif, efisien, dan berkelanjutan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Kinerja ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Sulut dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus memperkuat fondasi pembangunan jangka panjang.
Dengan kombinasi pertumbuhan ekonomi, inflasi yang terkendali, serta pengelolaan anggaran yang efisien, pemerintah daerah berharap dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di berbagai sektor. (AG’Q)






