Oktober 28, 2026
FB_IMG_1793176994470

MINAHASA, MANIMPANG.com – Semangat patriotisme, kegigihan, dan kepedulian terhadap sesama menjadi pesan utama dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 di Kabupaten Minahasa.

Generasi muda diajak tidak hanya memiliki mimpi besar, tetapi juga menunjukkan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Minahasa, Dr. Robby Dondokambey, S.Si., M.A.P (RD) saat bertindak sebagai inspektur upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di halaman Kantor Bupati Minahasa, Rabu (28/10/2026).

Upacara yang diinisiasi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Minahasa itu mengusung tema nasional “Patriotik, Gigih, Berempati, Pemuda untuk Indonesia”.

Turut hadir Ketua TP-PKK Minahasa Martina W. Dondokambey-Lengkong, Sekretaris Daerah Dr. Lynda D. Watania, M.M., M.Si., jajaran Forkopimda, pejabat eselon II dan III, serta para camat se-Kabupaten Minahasa.

Dalam amanatnya, RD membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir yang menekankan bahwa kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, kecanggihan teknologi, maupun kekayaan material, tetapi juga kualitas manusia dan karakter generasi penerus.

“Kemajuan sejati dimulai dari manusia, karakter, jiwa yang mencintai tanah air, jiwa yang tidak menyerah, serta kepedulian terhadap sesama,” ujar Bupati saat membacakan sambutan Menpora.

Melalui momentum tersebut, pemuda Indonesia didorong menghidupi tiga nilai utama, yakni patriotik dengan memberikan kontribusi nyata, gigih dalam menghadapi tantangan, serta berempati terhadap kesulitan yang dialami masyarakat.

Generasi muda juga diharapkan berani bermimpi besar, bekerja keras, memiliki mental tangguh, serta mampu menjalankan peran sebagai pemimpin sekaligus pelayan masyarakat.

Selain upacara, peringatan ini dirangkaikan dengan penyerahan piagam penghargaan dan apresiasi berupa buku tabungan kepada anggota Paskibraka Minahasa serta peserta Jambore Nasional.

Bupati juga menyerahkan sertifikat Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) kepada perwakilan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, RD mengingatkan penerima sertifikat agar memanfaatkan legalitas tanah secara bijak dan produktif, terutama untuk mendukung kegiatan ekonomi yang memiliki perencanaan jelas.

“Jangan hari ini diterima, besok sudah ada di bank. Artinya, kalau dijadikan jaminan untuk pengembangan usaha yang sudah benar-benar siap, tentu kami dukung. Tapi kalau dipakai sebagai jaminan tanpa kegunaan yang pasti, itu tidak akan bermanfaat sama sekali,” pesannya.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Minahasa menjadi momentum untuk memperkuat peran generasi muda dalam pembangunan daerah dan nasional.

Masa depan bangsa, sebagaimana pesan dalam upacara tersebut, tidak hanya ditentukan oleh apa yang ingin dicapai, tetapi juga oleh kerja keras dan kontribusi yang dilakukan sejak hari ini. (AG’Q)