SULUT, MANIMPANG.com — Pesisir Kalasey Dua yang menghadap laut luas, langkah penguatan keamanan maritim kembali ditancapkan.
Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn)Yulius Selvanus meresmikan Gedung Markas Komando (Mako) Zona Tengah Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI di Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa, sebuah titik baru dalam menjaga perairan Indonesia Tengah.
Peresmian ini dihadiri jajaran penting, mulai dari Kepala Zona Tengah Bakamla RI Laksamana Pertama TNI Teguh Prasetya, Kepala Pangkalan Armada Bakamla Minahasa Utara Kolonel Bakamla Heriwansyah Putra Agam, hingga unsur TNI-Polri dan pemerintah daerah, Kamis (23/04/2026).
Sulawesi Utara, dengan hamparan wilayah sekitar 15 ribu kilometer persegi yang didominasi 77 persen laut, menyimpan tantangan sekaligus tanggung jawab besar.
Letaknya yang berbatasan dengan Samudra Pasifik dan dilintasi Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) menjadikannya ruang strategis sekaligus rawan terhadap berbagai aktivitas di laut.
Dalam sambutannya, Gubernur Yulius menggambarkan pentingnya kehadiran Bakamla di kawasan ini.
Ia menyampaikan apresiasi atas peran lembaga tersebut dalam menjaga perairan.
“Pemerintah daerah memberikan apresiasi atas dedikasi Bakamla. Kami berharap keselamatan personel tetap menjadi prioritas dalam setiap pelaksanaan tugas,” ujarnya.
Gedung Mako Zona Tengah ini akan berfungsi sebagai pusat komando dan koordinasi, sekaligus simpul respons cepat menghadapi dinamika keamanan laut.
Kehadirannya diharapkan memperkuat pengawasan, keselamatan pelayaran, serta penegakan hukum di wilayah perairan Indonesia Tengah.
Kepala Zona Tengah Bakamla RI, Teguh Prasetya, melihat fasilitas ini sebagai langkah penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam momentum tersebut, di antaranya Wakil Komandan Koarmada VIII Laksma TNI Tony Herdijanto, Kapoksahli Pangdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Saptono, Dirpolairud Polda Sulut Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar, Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, serta Wali Kota Bitung Hengky Honandar.
Di tengah laut yang luas dan jalur pelayaran yang sibuk, berdirinya markas ini menjadi penanda, bahwa penjagaan tidak pernah berhenti, dan koordinasi terus dirawat, demi laut yang tetap aman dan terjaga. (AG’Q)






