Juli 3, 2026
InShot_20260629_140115819

SULUT, MANIMPANG.com — Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus SE bertindak sebagai inspektur upacara (Irup) pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 yang digelar di halaman Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Utara, Senin (29/06/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur turut membacakan pidato Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN.

Peringatan Harganas tahun ini menyoroti peran keluarga sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia (SDM) nasional, terutama dalam menghadapi dinamika era digital dan tantangan sosial yang semakin kompleks.

Dalam pidato yang dibacakan, keluarga disebut sebagai ruang awal pembentukan karakter dan kualitas generasi bangsa.

“Keluarga bukan sekadar unit terkecil masyarakat, melainkan hulu dari segala kebijakan publik dan penentu arah pembangunan nasional,” demikian salah satu kutipan dalam sambutan tersebut.

Pidato itu juga menekankan pentingnya penguatan ketahanan keluarga di tengah arus disrupsi teknologi yang masuk ke ruang domestik melalui gawai.

Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi pola asuh dan perkembangan anak apabila tidak diimbangi dengan kedekatan emosional orang tua.

Selain itu, peran ayah dalam pengasuhan turut menjadi sorotan.

Kehadiran fisik dan emosional orang tua disebut memiliki pengaruh terhadap pembentukan kepribadian anak, termasuk dalam mencegah munculnya fenomena fatherless country.

“Kehadiran fisik dan kedekatan emosional Anda adalah penentu kestabilan struktur kepribadian anak,” kutipan pidato tersebut menyampaikan.

Dalam pidato tersebut juga disampaikan sejumlah tantangan sosial yang muncul akibat lemahnya fungsi keluarga, seperti perundungan, pergaulan bebas, hingga penyalahgunaan narkoba, yang dipandang sebagai indikator adanya disfungsi dalam lingkungan keluarga.

Di sisi lain, keluarga diposisikan sebagai kunci dalam memanfaatkan peluang bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.

Penguatan SDM disebut perlu dimulai dari keluarga melalui tiga pilar utama, yakni kesehatan dengan penanganan stunting, pendidikan karakter di lingkungan rumah, serta ketahanan mental anak.

“Ketahanan keluarga bukanlah pilihan alternatif, melainkan keharusan mutlak dan urgensi nasional,” demikian kutipan lain yang disampaikan dalam pidato tersebut.

Peringatan Harganas ke-33 ini menjadi momentum refleksi nasional untuk memperkuat peran keluarga sebagai basis pembangunan bangsa di tengah tantangan era VUCA dan percepatan transformasi digital. (AG’Q)