Oktober 16, 2026
FB_IMG_1792059864262

MINAHASA, MANIMPANG.com – Semangat gotong royong kembali dihidupkan Pemerintah Kabupaten Minahasa melalui Program Inovasi Daerah Mapalus untuk membantu masyarakat mendapatkan hunian yang layak.

Program yang mengangkat kearifan lokal Minahasa ini mulai diwujudkan melalui pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Kombi, Kecamatan Kombi.

Peletakan batu pertama pembangunan rumah tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Minahasa, Dr. Robby Dondokambey, S.Si., M.A.P (RD), Kamis (15/10/2026) siang.

Program yang dijalankan melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Minahasa ini mengedepankan kepedulian sosial dengan melibatkan masyarakat untuk membantu warga yang membutuhkan rumah layak huni.
Kepala Dinas Perkim Minahasa, Daudson Rombon, ST, menjelaskan bahwa Program Mapalus merupakan gagasan kreatif untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Minahasa.

“Prinsip yang digunakan, mereka yang berkelebihan bahan dan tenaga dapat membantu mereka yang berkekurangan, terlebih khusus dalam hal pemenuhan hunian layak,” jelasnya.

Menurut Daudson, program ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan pimpinan daerah agar setiap perangkat daerah mampu melahirkan inovasi yang dapat menggerakkan berbagai pemangku kepentingan dalam masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, pembangunan RTLH diawali dengan usulan dari pemerintah desa.

Hukum Tua berperan mengidentifikasi dan menyampaikan rumah warga yang dinilai paling membutuhkan bantuan.

“Untuk mekanisme pembangunan RTLH, Hukum Tua menyampaikan rumah yang paling layak untuk dibantu,” ucapnya.

Setelah usulan diterima, Dinas Perkim mengupayakan pemenuhan material bangunan melalui proposal bantuan.

Selain itu, masyarakat di sekitar lokasi pembangunan juga diajak berpartisipasi secara swadaya, terutama warga yang memiliki kelebihan bahan bangunan dan bersedia membantu.

Melalui pola tersebut, Program Mapalus tidak hanya diarahkan untuk memperbaiki kondisi rumah warga, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial dan semangat saling membantu di tengah masyarakat.

Desa Kombi dipilih sebagai lokasi percontohan atau pilot project pelaksanaan program RTLH dengan skema Mapalus.

Keberhasilan pelaksanaannya diharapkan menjadi langkah awal untuk menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan hunian layak di wilayah Kabupaten Minahasa.

Daudson menambahkan, pihaknya telah menyampaikan informasi kepada pemerintah kecamatan, sejumlah Hukum Tua, dan lurah agar mengusulkan data rumah warga yang paling layak menerima bantuan untuk tahap berikutnya.

Dengan mengandalkan kolaborasi pemerintah dan masyarakat, Program Mapalus diharapkan dapat menjadi salah satu upaya berkelanjutan dalam membantu pemenuhan kebutuhan hunian layak sekaligus menjaga nilai-nilai kebersamaan yang diwariskan dalam budaya Minahasa. (AG’Q)