MINAHASA, MANIMPANG.com – Ajang pemilihan Waraney Wulan Minahasa 2026 tidak sekadar menjadi panggung unjuk penampilan dan pengetahuan budaya.
Para finalis juga ditantang menunjukkan gagasan serta kepedulian terhadap pembangunan daerah, khususnya pemberdayaan ekonomi kreatif dan peran generasi muda.
Hal itu terlihat dalam Grand Final Waraney Wulan Minahasa 2026 yang digelar di Gedung Wale Ne Tou, Tondano Utara, Jumat (30/10/2026) malam.
Memasuki babak tiga besar, enam finalis terbaik mendapat pertanyaan langsung dari pimpinan daerah.
Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang (VaSung) memberikan tantangan kepada tiga finalis Wulan, yakni Prisilia Singal, Gabriella Welong, dan Marsha Uhing, mengenai peran perempuan dalam mendorong pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Sementara itu, Bupati Minahasa Robby Dondokambey (RD) menguji gagasan tiga finalis Waraney, yaitu Jordi Rompas, Daniel Palar, dan Marlon Mawei, tentang kontribusi nyata pemuda sebagai penggerak perubahan dan pembangunan daerah.
Menariknya, sebagian besar finalis mampu menjawab pertanyaan tersebut menggunakan bahasa Inggris.
Kemampuan ini menjadi gambaran kesiapan generasi muda Minahasa untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus membawa gagasan pembangunan ke tingkat yang lebih luas.
Bupati RD mengatakan, pemilihan Waraney Wulan diharapkan mampu melahirkan figur muda yang inspiratif dan berkontribusi bagi kemajuan daerah.
“Siapa pun yang nantinya terpilih, ingatlah bahwa gelar yang diperoleh bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab untuk berkarya dan memberikan kontribusi nyata bagi daerah,” ujarnya.
Melalui ajang ini, Pemerintah Kabupaten Minahasa berharap para Waraney dan Wulan terpilih tidak hanya menjalankan peran sebagai duta daerah, tetapi juga mampu menjadi inspirasi, mengembangkan potensi generasi muda, serta mengambil bagian dalam pemberdayaan masyarakat dan pembangunan Minahasa. (AG’Q)
