Oktober 23, 2026
IMG-20261023-WA0006

MELBOURNE, MANIMPANG.com – Kekayaan budaya dan kreativitas pelaku usaha Sulawesi Utara (Sulut) mendapat kesempatan untuk menjangkau pasar internasional.

Beragam produk unggulan daerah, mulai dari busana batik bermotif khas Sulut hingga aneka olahan pangan berbahan komoditas lokal, diperkenalkan dalam forum Business to Business (B2B) Business Matching di Melbourne, Australia, Kamis (22/10/2026).

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sulawesi Utara, Anik Yulius Selvanus, hadir dalam kegiatan tersebut untuk memperkenalkan potensi kerajinan dan produk lokal Sulut kepada pelaku usaha di Australia.

Partisipasi ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk memperluas jangkauan pemasaran produk daerah sekaligus membuka peluang kerja sama bisnis dengan mitra internasional.

Dalam forum tersebut, Dekranasda Sulut menampilkan berbagai produk kriya, fesyen, dan kuliner olahan yang menggabungkan kekayaan budaya lokal dengan sentuhan desain modern.

Pada sektor fesyen dan kerajinan, produk yang diperkenalkan antara lain busana batik dan kain dengan motif Taman Laut Bunaken, motif Minahasa, serta motif Sangihe Talaud.

Berbagai produk tersebut merepresentasikan kekayaan alam dan budaya Sulawesi Utara yang dituangkan dalam karya kreatif bernilai ekonomi.

Tak hanya kain dan busana, sejumlah kerajinan lain turut mencuri perhatian melalui keunikan bahan dan desainnya.

Di antaranya tas kulit bermotif Nyiur Melambai, bros berbentuk bunga anggrek khas Sulawesi Utara, suvenir miniatur satwa endemik tarsius berbahan alami, hingga kancing eksklusif yang dibuat dari olahan tempurung kelapa.

Produk-produk tersebut memperlihatkan bagaimana potensi sumber daya lokal dapat dikembangkan menjadi kerajinan yang memiliki nilai tambah sekaligus mempertahankan ciri khas daerah.

Sementara itu, dari sektor kuliner, Sulawesi Utara memperkenalkan aneka makanan olahan berbahan dasar komoditas lokal.

Produk yang dipamerkan meliputi keripik pisang goroho dengan varian rasa sambal roa asap dan keju, serta keripik kelapa yang diolah dengan perpaduan rempah.

Beragam produk tersebut dipersiapkan untuk menjangkau konsumen yang lebih luas dengan memperhatikan kualitas dan kebutuhan pasar global, tanpa meninggalkan cita rasa maupun identitas lokal.

Melalui kegiatan B2B Business Matching ini, Anik Yulius Selvanus bersama Dekranasda Sulut turut mendorong pengenalan produk unggulan daerah kepada calon mitra usaha di Australia.

Forum ini diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi terbentuknya hubungan bisnis yang berkelanjutan, sekaligus memperluas peluang pemasaran produk kerajinan dan UMKM Sulawesi Utara di luar negeri.

Upaya tersebut juga diharapkan memberikan dampak positif bagi para perajin dan pelaku UMKM di Sulawesi Utara, terutama melalui terbukanya akses pasar baru, meningkatnya nilai tambah produk, serta berkembangnya usaha berbasis potensi lokal.

Dengan membawa kekayaan budaya, kreativitas, dan komoditas unggulan daerah ke Melbourne, Sulawesi Utara berupaya memperkenalkan identitas lokal kepada pasar internasional sekaligus membuka kesempatan bagi produk-produk daerah untuk bersaing di tingkat global. (AG’Q)