September 22, 2026
IMG-20260921-WA0001

SULUT, MANIMPANG.com — Pergerakan harga cabai rawit menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menjelang akhir tahun.

Untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus membantu menahan kenaikan harga, Pemprov Sulut melalui Dinas Pangan menggelar Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) cabai rawit merah di lima pasar rakyat, Senin (21/09/2026).

FDP tersebut dilaksanakan secara serentak di Pasar Bersehati dan Pasar Pinasungkulan Kota Manado, Pasar Airmadidi di Minahasa Utara, Pasar Amurang di Minahasa Selatan, serta Pasar 23 Maret Kotamobagu.

Kegiatan ini melibatkan distributor dan kelompok tani dengan sasaran distribusi cabai rawit merah kepada pedagang maupun konsumen.

Komoditas tersebut disalurkan dengan harga di bawah harga pasar sebagai salah satu upaya menjaga keterjangkauan harga di tingkat masyarakat.

Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE mengatakan, intervensi melalui FDP menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan, harga di pasar, dan kondisi petani.

“Pemprov hadir memastikan masyarakat mendapatkan cabai rawit dengan harga terjangkau, sekaligus menjaga kesejahteraan petani. Ini bagian dari komitmen kami menstabilkan pangan di seluruh kabupaten/kota,” kata Gubernur.

Menurut Gubernur Yulius, koordinasi antara perangkat daerah, Bulog, distributor, kelompok tani, dan pedagang pasar perlu terus berjalan agar perubahan harga komoditas pangan dapat diantisipasi lebih awal.

Kepala Dinas Pangan Sulut menjelaskan, FDP kali ini diarahkan untuk memastikan tambahan pasokan cabai rawit merah tersedia di lima lokasi yang menjadi sasaran kegiatan.

“Kami menargetkan volume distribusi yang cukup untuk menekan lonjakan harga di lima lokasi tersebut,” ujarnya.

Di Pasar Bersehati Manado, tambahan pasokan dari pemerintah mendapat respons positif dari pedagang.

Salah seorang pedagang mengatakan, dalam beberapa hari terakhir ketersediaan cabai rawit mulai berkurang sehingga harga sempat mengalami kenaikan.

“Dengan adanya pasokan tambahan dari pemerintah, kami bisa jual dengan harga normal. Pembeli juga tidak mengeluh,” katanya.

Pemprov Sulut selanjutnya berencana melanjutkan kegiatan serupa di sejumlah daerah lainnya.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan pangan dan membantu mempertahankan stabilitas harga komoditas strategis di pasar.

Masyarakat juga diimbau membeli bahan pangan sesuai kebutuhan dan tidak melakukan panic buying, sehingga distribusi komoditas tetap berjalan dan pasokan dapat dinikmati secara merata. (AG’Q)