Mei 13, 2026
ChatGPT Image 11 Mei 2026, 13.55.02

SULUT, MANIMPANG.com — Ekonomi Sulawesi Utara pada Triwulan I-2026 tumbuh 5,54 persen secara tahunan atau year-on-year (y-on-y).

Angka ini lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat 5,05 persen pada periode yang sama.

Data tersebut disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara dalam Berita Resmi Statistik Mei 2026 mengenai pertumbuhan ekonomi daerah.

Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulut atas dasar harga berlaku mencapai Rp51,67 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp28,05 triliun.

Pertumbuhan ekonomi daerah didorong aktivitas di sejumlah sektor usaha, terutama sektor penyediaan akomodasi dan makan minum yang tumbuh paling tinggi hingga 20,85 persen.

Peningkatan itu dipengaruhi naiknya kunjungan wisatawan, perluasan program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta momentum hari besar keagamaan seperti Imlek, Nyepi, Ramadan, dan Idul Fitri.

“Peningkatan aktivitas pariwisata baik wisatawan mancanegara maupun nusantara turut mendorong pertumbuhan sektor akomodasi dan makan minum,” demikian keterangan BPS Sulut dalam rilisnya.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah menjadi penopang utama dengan pertumbuhan 7,89 persen.

Kondisi ini dipengaruhi realisasi belanja APBD dan APBN, termasuk pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi aparatur sipil negara.

Secara nasional, capaian Sulawesi Utara berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Kondisi itu menunjukkan aktivitas ekonomi daerah masih bergerak positif di tengah dinamika ekonomi global dan nasional.

Meski demikian, jika dibandingkan Triwulan IV-2025 atau secara quarter-to-quarter (q-to-q), ekonomi Sulut mengalami kontraksi 8,02 persen.

Penurunan tersebut dipengaruhi pola musiman pada awal tahun, terutama melambatnya aktivitas konstruksi, pertambangan, dan realisasi belanja modal pemerintah setelah akhir tahun anggaran.

BPS Sulut menyebut kondisi tersebut masih tergolong wajar dan umum terjadi pada awal tahun.

Selain pertumbuhan ekonomi yang tetap positif, tingkat inflasi Sulawesi Utara juga masih berada pada kategori aman dibanding sejumlah daerah lain di wilayah timur Indonesia. (AG’Q)