Mei 13, 2026
78abe8c8-6957-4679-9940-90e4a8b04bb8

SULUT, MANIMPANG.com — Di tengah dinamika harga kebutuhan pokok yang terus bergerak, sektor pertanian Sulawesi Utara menghadirkan kabar yang menyejukkan.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada April 2026 naik menjadi 127,54, meningkat 3,38 persen dibanding Maret 2026 yang berada di angka 123,37.

Angka ini menjadi yang tertinggi di Pulau Sulawesi.

Kenaikan NTP menggambarkan membaiknya daya beli petani, sekaligus memberi ruang napas lebih lega bagi rumah tangga pertanian di daerah tersebut.

“Kenaikan NTP dipengaruhi oleh indeks harga yang diterima petani yang tumbuh lebih tinggi dibandingkan indeks harga yang dibayar petani,” tulis BPS Sulut dalam keterangannya.

BPS mencatat indeks harga yang diterima petani (It) meningkat 5,37 persen, sementara indeks harga yang dibayar petani (Ib) naik 1,93 persen. Dari sejumlah subsektor, hortikultura menjadi bintang utama dengan lonjakan NTP mencapai 23,21 persen.

Tanaman perkebunan rakyat turut menguat sebesar 0,74 persen.

Namun, tidak semua subsektor bergerak dalam irama yang sama. Tanaman pangan, peternakan, dan perikanan masih mengalami penurunan NTP dibandingkan bulan sebelumnya.

Secara tahunan, NTP Sulut tumbuh 1,07 persen, sedangkan sejak awal tahun atau year to date meningkat 1,86 persen.

Pada saat yang sama, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) naik 5,24 persen, juga menjadi yang tertinggi di Sulawesi.

Di balik hamparan kebun dan ladang yang terus bekerja dalam sunyi, angka-angka itu menjadi isyarat bahwa denyut pertanian Sulawesi Utara masih bersemi di tengah perubahan zaman. (AG’Q)