SULUT, MANIMPANG.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mencatat sejumlah capaian pembangunan sepanjang 2025 seiring pelaksanaan visi “Menuju Sulawesi Utara Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan”.
Berbagai program lintas sektor mulai dari tata kelola pemerintahan, pendidikan, ekonomi, hingga ketahanan pangan disebut berjalan dalam kerangka delapan misi pembangunan daerah.
Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus SE, menjelaskan arah pembangunan tersebut tetap berfokus pada kesejahteraan masyarakat.
Seluruh program diarahkan untuk memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata.
Pada aspek tata kelola dan integritas, indeks Survei Penilaian Integritas (SPI) tercatat 68,08 atau berada pada kategori rentan.
Meski demikian, sejumlah langkah penguatan dilakukan melalui pendidikan antikorupsi di sekolah, sosialisasi di fasilitas layanan publik, serta pembinaan generasi muda termasuk Paskibraka.
Di sektor sumber daya manusia, Provinsi Sulawesi Utara menerima penghargaan Government Award kategori Outstanding Province in Life Expectancy Value.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga meningkat dari 75,68 pada 2024 menjadi 76,32 pada 2025.
Peningkatan ini ditopang perluasan akses pendidikan, termasuk pembukaan fakultas baru di Universitas Negeri Manado serta program beasiswa untuk lebih dari dua ribu siswa di berbagai jenjang.
Peningkatan kualitas manusia menjadi prioritas utama pembangunan daerah.
Sektor ekonomi menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan 5,66 persen, melampaui rata-rata nasional 5,11 persen.
Gini rasio menurun menjadi 0,341, sementara realisasi investasi mencapai Rp10,1 triliun atau 109 persen dari target.
Di sisi lain, pemerintah juga mempercepat pengembangan kawasan wisata serta penetapan 63 blok Wilayah Pertambangan Rakyat sebagai bagian dari penguatan ekonomi daerah.
Di bidang ketahanan pangan, pembukaan sekitar 8.000 hektare sawah baru dilakukan untuk memperkuat produksi pangan lokal.
Program Makan Bergizi Gratis juga diperluas melalui 162 unit SPPG yang telah beroperasi di berbagai wilayah.
Sementara itu, stabilitas harga pangan dijaga melalui Gerakan Pangan Murah di sejumlah kabupaten dan kota.
Pemerintah juga melaporkan peningkatan layanan listrik 24 jam di tujuh pulau di wilayah kepulauan.
Pada sektor infrastruktur, revisi RTRW provinsi serta penyelesaian Jalan Manado Outer Ring Road III tahap IV menjadi bagian dari penguatan konektivitas.
Di bidang sosial, pemerintah melakukan revitalisasi museum daerah dan pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak erupsi Gunung Ruang di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.
Untuk pelayanan publik, Pemprov Sulut meraih predikat kepatuhan tinggi dari Ombudsman serta penghargaan sebagai provinsi terbaik dalam penyusunan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029.
Di sisi fiskal, pemerintah juga mencatat implementasi digitalisasi daerah dan kebijakan keringanan pajak kendaraan bermotor.
Secara keseluruhan, capaian 2025 menunjukkan konsolidasi pembangunan daerah di berbagai sektor.
Pemerintah menyatakan arah kebijakan tetap difokuskan pada peningkatan kesejahteraan, daya saing, serta keberlanjutan pembangunan Sulawesi Utara. (AG’Q)
