September 10, 2026
IMG-20260902-WA0003(1)

MITRA, MANIMPANG,com — Selama lebih dari dua tahun, AKP Lutfi Arinugraha Pratama, S.Tr.K., S.I.K., M.H., menjadi salah satu perwira yang berada di garis depan penanganan berbagai persoalan hukum dan keamanan di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara.

Sejak 3 Mei 2024, perwira lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2017 itu dipercaya menjabat sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Minahasa Tenggara.

Kini, perjalanan tugasnya di daerah tersebut berakhir. Lutfi mendapat penugasan baru di Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Ditpidter) Bareskrim Polri di tingkat Mabes Polri.

Perpindahan tugas itu menjadi bagian dari perjalanan karier Lutfi setelah sebelumnya berhadapan dengan beragam perkara hukum sekaligus dinamika sosial yang berkembang di wilayah Minahasa Tenggara.

Bagi seorang perwira reserse, masa tugas di daerah bukan hanya soal mengungkap perkara.

Ada komunikasi yang harus dibangun, situasi kamtibmas yang perlu dijaga, serta persoalan masyarakat yang membutuhkan pendekatan sesuai kondisi di lapangan.

Lutfi memandang setiap jabatan yang dipercayakan kepadanya sebagai sebuah tanggung jawab.

“Bagi saya, pangkat adalah tanggung jawab, bukan sekadar kehormatan,” ujar Lutfi.

Beragam Perkara Menjadi Bagian dari Tugas. Selama memimpin Satreskrim Polres Minahasa Tenggara, sejumlah perkara masuk dalam penanganan kepolisian.

Di antaranya pengungkapan kasus kepemilikan senjata api rakitan, penyelidikan terkait insiden peluru nyasar, hingga perkara yang melibatkan anak.

Dalam perkara bullying terhadap anak, penanganan tidak semata-mata diarahkan pada proses hukum.

Kondisi korban juga menjadi perhatian, termasuk melalui pendampingan serta upaya pemulihan.

Pendekatan tersebut menjadi penting karena perkara yang melibatkan anak memiliki dimensi yang berbeda.

Selain memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan, kondisi korban juga perlu mendapat perhatian agar penanganan tidak menimbulkan persoalan baru bagi anak.

Persoalan Pertambangan Ikut Mewarnai Tugas. Dinamika pertambangan menjadi salah satu tantangan tersendiri selama Lutfi menjalankan tugas di Minahasa Tenggara.

Aktivitas pertambangan dan berbagai persoalan sosial yang menyertainya menuntut aparat kepolisian untuk mampu membaca situasi serta mengambil langkah sesuai persoalan yang dihadapi.

Salah satu perkara yang ditangani Satreskrim berkaitan dengan kisruh pertambangan di Ratatotok.

Dalam perkara tersebut, sebanyak 15 tersangka disebut telah ditangani. Berkas perkara kemudian diserahkan kepada pihak kejaksaan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Penanganan perkara tersebut menjadi salah satu bagian dari catatan tugas Lutfi selama berada di Minahasa Tenggara.

Namun, bagi Lutfi, keberhasilan tugas kepolisian tidak hanya dapat dilihat dari jumlah perkara yang berhasil diungkap.

Membangun kepercayaan masyarakat juga menjadi bagian penting dari upaya menciptakan keamanan.

Membangun Kepercayaan dengan Masyarakat. Di tengah aktivitas penegakan hukum, pendekatan kepada masyarakat juga menjadi perhatian.

Personel kepolisian didorong untuk hadir sebelum persoalan berkembang menjadi konflik.

Patroli, komunikasi dengan tokoh masyarakat, mediasi dan pendekatan persuasif menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurut Lutfi, polisi perlu hadir bukan hanya ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan ruang untuk menyampaikan persoalan dan aspirasi.

“Keamanan sejati lahir ketika masyarakat percaya bahwa polisi adalah mitra, bukan musuh. Oleh karena itu, kami terus turun ke kampung-kampung, mendengarkan aspirasi,” katanya.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan antara kepolisian dan masyarakat.

Penegakan hukum tetap dilakukan sesuai aturan, sementara komunikasi terus dibangun untuk mencegah berbagai persoalan berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Dari Mitra Menuju Penugasan Baru. Setelah lebih dari dua tahun menjalankan tugas di Minahasa Tenggara, Lutfi kini memasuki fase pengabdian berikutnya di lingkungan Mabes Polri.

Penugasan di Ditpidter Bareskrim Polri membawa tantangan yang berbeda. Pengalaman menangani perkara di daerah, menghadapi dinamika sosial, serta membangun komunikasi dengan masyarakat menjadi bekal dalam menjalankan tugas barunya.

Bagi keluarga besar Polres Minahasa Tenggara dan masyarakat Mitra, perpindahan tersebut sekaligus menandai berakhirnya salah satu fase perjalanan Lutfi di daerah.

Selama bertugas, ia menjadi bagian dari dinamika penegakan hukum dan pemeliharaan kamtibmas di Minahasa Tenggara.

Perpindahan jabatan merupakan bagian dari perjalanan kedinasan seorang anggota Polri.

Dari Mitra, Lutfi kini mendapat amanah untuk melanjutkan pengabdian di Ditpidter Bareskrim Polri.

Seluruh kru Media MANIMPANG.com menyampaikan apresiasi atas pengabdian AKP Lutfi Arinugraha Pratama selama menjalankan tugas di Minahasa Tenggara.

Pengalaman selama berada di daerah diharapkan menjadi bekal dalam menjalankan amanah baru di tingkat Mabes Polri.

Pengalaman di bidang reserse, kemampuan membangun komunikasi dengan masyarakat, serta komitmen menjalankan tugas diharapkan terus memberikan kontribusi bagi institusi Polri dan masyarakat.

Selamat menjalankan tugas di tempat yang baru, AKP Lutfi Arinugraha Pratama. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, perlindungan, keteguhan dan keberhasilan dalam menjalankan setiap amanah negara. (AG’Q)