Mei 15, 2026
IMG-20260505-WA0031

MINAHASA, MANIMPANG.com — Peran perpustakaan kembali disorot Pemerintah Kabupaten Minahasa di tengah derasnya arus digitalisasi yang memengaruhi pola belajar masyarakat.

Sekretaris Daerah Minahasa, Dr. Lynda D. Watania, menyampaikan hal tersebut saat kegiatan Pembinaan Perpustakaan Umum dan Khusus di Dinas Perpustakaan Minahasa, Selasa (05/05/2026).

Dalam kegiatan itu, Watania menjelaskan bahwa perpustakaan merupakan bagian dari urusan wajib pemerintah daerah yang perlu mendapat perhatian serius.

Ia menilai, keberadaan perpustakaan tidak hanya sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai pusat penguatan ilmu pengetahuan dan pelestarian budaya.

“Perpustakaan adalah institusi strategis. Di dalamnya terdapat sumber data dan informasi yang lengkap, bukan hanya soal IPTEK, tetapi juga menyangkut kebudayaan bangsa,” ujarnya.

Ia mengingatkan, pengelolaan yang kurang optimal dapat berdampak pada generasi muda yang semakin jauh dari sejarah dan nilai-nilai bangsa. Kondisi ini dinilai berisiko jika tidak diantisipasi sejak dini.

“Jangan sampai anak-anak kita hanya mengenal teknologi, tetapi melupakan sejarah perjuangan bangsa, perkembangan Bahasa Indonesia, dan nilai-nilai kehidupan,” katanya.

Menurut Sekda, perpustakaan perlu dikembangkan menjadi ruang literasi yang menarik dan relevan bagi masyarakat. Ia juga mencontohkan perkembangan perpustakaan modern di Jakarta sebagai acuan.

“Ini menjadi tantangan bagi daerah, termasuk Minahasa, untuk menghadirkan perpustakaan yang tidak hanya lengkap, tetapi juga relevan dan diminati masyarakat,” pungkasnya. (AG’Q)