Juli 22, 2026
file_000000007bd08208822b3e64ac863134

SULUT, MANIMPANG.com – Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, mengajak seluruh Kepala Sekolah SMA, SMK, dan SLB di Sulawesi Utara memperkuat kualitas pendidikan melalui lingkungan sekolah yang aman, bebas perundungan, serta berorientasi pada pembentukan karakter siswa.

Arahan tersebut disampaikan Gubernur saat memberikan pengarahan kepada Kepala Sekolah SMA, SMK, dan SLB se-Sulawesi Utara di Aula Mapalus, Kantor Gubernur Sulut, Senin (20/07/2026).

Dalam kesempatan itu, Gubernur Yulius mengapresiasi pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026 yang berlangsung aman, tertib, dan ramah anak.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para guru yang telah menghadirkan masa transisi peserta didik baru tanpa kekerasan fisik maupun tekanan psikologis.

“Kita berkomitmen menerapkan Zero Bullying di seluruh satuan pendidikan di Sulawesi Utara. Tidak boleh ada kompromi terhadap perundungan maupun segala bentuk kekerasan di sekolah,” katanya.

Ia meminta seluruh sekolah mengaktifkan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK), serta mengingatkan agar setiap kasus ditangani secara terbuka, adil, dan berpihak kepada korban.

Selain itu, Gubernur menilai kepala sekolah memiliki peran penting dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Menurut Gubernur, kepala sekolah tidak hanya bertugas mengelola administrasi, tetapi juga memastikan tata kelola anggaran berjalan transparan serta mengupayakan tidak ada anak usia sekolah yang putus sekolah sebagai bagian dari target Zero Drop-Out.

Dalam arahannya, Yulius juga meminta sekolah mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala sekolah diminta berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar distribusi makanan berlangsung tertib dan higienis, sekaligus menjadikan program tersebut sebagai sarana membangun disiplin dan pola hidup sehat peserta didik.

Menghadapi perkembangan era digital, sekolah juga diharapkan menjadi ruang yang mampu membentengi karakter siswa dari pengaruh negatif seperti judi online, pinjaman online ilegal, narkoba, hingga penggunaan gawai yang tidak bijak.

Peran guru bimbingan dan konseling serta nilai-nilai kearifan lokal seperti Sitou Timou Tumou Tou dan Torang Samua Basudara juga diminta terus dihidupkan.

Khusus bagi SMK, Gubernur mendorong penguatan kerja sama dengan dunia usaha dan industri agar lulusan lebih siap memasuki dunia kerja.

Sementara itu, SLB diminta terus meningkatkan fasilitas yang ramah disabilitas sehingga layanan pendidikan semakin inklusif.

Menutup arahannya, Gubernur mengajak seluruh kepala sekolah memperkuat sinergi dan menjalankan tugas dengan penuh integritas untuk menyiapkan generasi unggul Sulawesi Utara.

“Marilah kita bersinergi, bekerja keras, tulus, dan berintegritas demi mencetak generasi emas Sulawesi Utara menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Gubernur Sulut. (AG’Q)