SULUT, MANIMPANG.com — Pada kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sabtu (09/05/2026), perhatian publik sempat tertuju pada tidak hadirnya Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus bersama unsur Forkopimda Sulut di lokasi penyambutan kepala negara.
Padahal, seluruh persiapan keberangkatan rombongan pemerintah provinsi menuju pulau terluar Indonesia itu telah rampung sejak malam sebelumnya.
Sebanyak 23 manifest untuk rombongan Gubernur dan Forkopimda disiapkan menggunakan pesawat Cessna milik TNI AU dengan jadwal terbang pukul 06:00 WITA.
Namun rencana tersebut berubah setelah Gubernur Sulut menerima arahan dari pemerintah pusat melalui Sekretaris Kabinet RI pada Jum’at (08/05) malam.
Dalam instruksi itu, Gubernur bersama Forkopimda diminta tetap berada di Manado selama kunjungan Presiden berlangsung di kawasan perbatasan utara Indonesia.
“Unsur pimpinan daerah diminta standby di Manado untuk memastikan stabilitas wilayah dan kesiapsiagaan pengamanan regional,” ujar sumber pemerintah daerah.
Keputusan itu diambil karena pengamanan Presiden tidak hanya berfokus di titik kunjungan, tetapi juga mencakup pengendalian wilayah penyangga, terutama Sulawesi Utara yang memiliki posisi strategis di kawasan perbatasan.
Sebagai purnawirawan TNI, Gubernur Yulius dinilai memahami mekanisme rantai komando pemerintahan dan pertahanan negara.
Karena itu, instruksi Presiden ditempatkan di atas agenda seremoni penyambutan.
“Ketika ada perintah standby pengamanan wilayah, maka seluruh unsur wajib menjalankannya,” kata sumber tersebut.
Pemerintah daerah menilai langkah itu merupakan bagian dari tanggung jawab menjaga stabilitas selama Presiden berada di wilayah terluar NKRI. (AG’Q)
